Puisi- Puisi Kepedulian dan Perenungan
Budy Cahyady Putra Ratu
Budy Cahyady Putra Ratu
Ah kau...
Aku tahu kau
Seorang anak duduk di lorong Gramedia
Isenh membaca bukubuku sembari menunggu jam sekolah usai
Lalu kau mencintai sastra
Dan berkoar sebagai seorang pujangga
Ah kau...
Datanglah ke desa tertinggal
Kembali sekolah SD di sana
Tidak perlu lulus, cukup sampai kelas lima
Datanglah ke desa tertinggal
Kembali sekolah SD di sana
Tidak perlu lulus, cukup sampai kelas lima
Ah kau
Di sana kau harus menjajakan daun pisang jika ingin jajan
Itupun bila laku terjual
Harapan untuk jajan hari ini tinggal impian
Dan kau akan merasa senang, saat menemukan teh kotak kosong
Dengan hati riang kau bawa pulang
Di sana kau harus menjajakan daun pisang jika ingin jajan
Itupun bila laku terjual
Harapan untuk jajan hari ini tinggal impian
Dan kau akan merasa senang, saat menemukan teh kotak kosong
Dengan hati riang kau bawa pulang
Ah kau...
Di sana kau akan merasakan pilu
Untuk bayar sekolah kau harus merelakan si jalu ayam kesayanganmu
Atau kambingmu harus kau tukar dengan seragam putih merahmu
Di sana kau akan merasakan pilu
Untuk bayar sekolah kau harus merelakan si jalu ayam kesayanganmu
Atau kambingmu harus kau tukar dengan seragam putih merahmu
Dan harus kau tahu
Di sana belum tersentuh listrik
Kau akan merasakan mata kananmu membengkak
Dari lampu minyak tanah saat belajar malammu
Di sana belum tersentuh listrik
Kau akan merasakan mata kananmu membengkak
Dari lampu minyak tanah saat belajar malammu
Ah jika ini kau
Apa pernah berpikir sebagai pecinta sastra?
Apa pernah berpikir, kalau kau seorang pujangga?
Apa pernah berpikir sebagai pecinta sastra?
Apa pernah berpikir, kalau kau seorang pujangga?
Sahabat...
Datanglah kesana
Mari beradu aksara
Karena disana...
Tidak ada rengek manja, untuk menjadi perangkai aksara
Dan aku
Tidak pernah menghabiskan uang ayahku
Hanya untuk beradu aksara
Datanglah kesana
Mari beradu aksara
Karena disana...
Tidak ada rengek manja, untuk menjadi perangkai aksara
Dan aku
Tidak pernah menghabiskan uang ayahku
Hanya untuk beradu aksara
========================================

















