Dropdown

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2016

SUDUT PANDANG ATAU POV (POINT OF VIEW)

Assalamualaikum,

Loha ... loha ... Selamat malam SOBAT CERPEN-KU.
Ketemu lagi dengan Penyu di edisi Vitamin_Malam. Untuk member lama mungkin sudah tahu dengan edisi ini, tapi untuk member baru pasti baru liat, maklum karena mimin jarang masuk dengan edisi ini.
Nah, malam ini Penyu mau membahas tentang Sudut Pandang dalam sebuah cerita. Langsung disimak aja, ya ....

#SUDUT_PANDANG/POV (Point of view)

a. POV orang pertama tunggal
Dalam POV ini, pengarang/penulis berperan sebagai pelaku atau pun narator dalam cerita. Menggunakan kata ganti 'Aku atau Saya'. POV ini dapat dibedakan berdasarkan kedudukan 'Aku' di dalam sebuah cerita.

* 'Aku' Tokoh Utama
Di bagian ini, pengarang/penulis menjadi tokoh utama. Di mana tokoh 'AKU' menjadi narator sekaligus pusat penceritaan. POV ini cocok digunakan untuk cerita yang terbentuk oleh konflik internal (konflik batin) akibat dari pertentangan antara dua keinginan, keyakinan, atau harapan dari tokoh cerita, karena akan leluasa dalam mengungkapkan apa yang dirasakan dan dipikirkan si tokoh.
Contoh :
Sambil bermain aku melirik topi lakenku. Kulihat sebuah kursi roda. Duduk di kursi roda itu, seorang tua yang wajahnya tak bisa kulihat dengan jelas karena memakai topi laken seperti aku. Rambutnya gondrong dan sudah memutih seperti diriku, namun ketuaannya bisa kulihat dari tangannya yang begitu kurus dan kulitnya yang sangat keriput. Tangan itulah yang terangkat dan tiba-tiba menggenggam sebuah gitar listrik yang sangat indah. (Cerpen Ritchie Blackmore Karya Seno Gumira Ajidarma).

* 'Aku' Tokoh Tambahan
Di POV ini penulis sebagai pelaku dalam cerita, tetapi bukan sebagai tokoh utama. Melainkan 'AKU' di sini hanya sebagai saksi. Dia menceritakan kisah atau peristiwa yang dialami tokoh lain yang menjadi tokoh utama dalam cerita.
Contoh :
Tetangga saya orangnya terkenal baik. Suka menolong orang. Selalu memaafkan. Apa saja yang kita lakukan terhadanya, ia dapat mengerti dengan hati yang lapang, bijaksana, dan jiwa yang besar. (Cerpen Pencuri Karya Putu Wijaya).

Jumat, 15 Januari 2016

CARA PENULISAN DIALOG

Oleh: Linda Puspita Sari

1. Dasar penggunaan tanda baca dalam dialog dibuka dan diakhiri dengan tanda petik (” … “).
2. Tanda baca dalam dialog :
~ Untuk dialog sifatnya pertanyaan, gunakan tanda tanya (?).
Contoh :
(a). "Kapan kamu mau bayar?"
~ Untuk dialog deklaratif / pernyataan (menyampaikan fakta atau opini), akhiri dengan tanda koma (,) atau tanda titik (.) tergantung pada lanjutan dialog tersebut.
Contoh :
(b). "Aku harus pulang."
NOTE : Biasanya, setelah atau sebelum dialog ada frase pelengkap seperti (kata Katy), (tukas Mira), (pekik Henry), (Mira berkata) dll.
Frase pelengkap ini disebut dialog tag. Nah, dialog tag ini akan mempengaruhi tanda baca yang digunakan untuk mengawali atau mengakhiri dialog deklaratif (kalimat pernyataan).

Rabu, 23 Desember 2015

MENULIS ARTIKEL DI KORAN

Oleh: Achmad Solihin

Dulu setelah lulus kuliah, aku sempat bingung mau bekerja apa. Berlembar-lembar surat lamaran sudah kukirim ke berbagai perusahaan namun tak satupun mendapatkan balasan memuaskan. Akhirnya daripada menunggu terus di dalam ketidakpastian, seperti "Waiting for Godot" an sich, iseng-iseng kucoba menulis beberapa artikel lalu mengirimkannya ke koran-koran lokal dan nasional via kantor pos.

Rabu, 15 Juli 2015

Cara Meminimalisir Kata-Kata


Dalam banyak kasus banyak terlihat pengulangan-pengulangan yang tidak penting pada suatu karangan. Mungkin bukan persoalan salah atau benar, tetapi secara estetika menjadi kurang manis dan indah untuk dibaca. Di samping memang terjadi pemborosan kata.
Contoh: 
Malam Minggu kemarin, aku dan ibu pergi ke pasar malam. Aku dan ibu membeli baju baru. Baju baru itu berwarna merah. Baju berwarna merah adalah kesukaanku.
***
Bandingkan dengan ini.
Malam Minggu kemarin, aku dan ibu pergi ke pasar malam. Kami membeli baju baru berwarna merah, kesukaanku.
***
- Aku dan ibu pada kalimat kedua, diganti ' kami' untuk efisiensi.
- Baju baru itu, pada kalimat ketiga dihilangkan, sedang berwarna merah dimasukkan pada kalimat kedua.
- Kalimat keempat dipenggal, lalu ambil 'kesukaanku' untuk disambung.
- Akhirnya jadi paragraf baru, hanya dengan dua kalimat.
***
Contoh paragraf di atas sangat sederhana. Pada kebanyakan kasus, kita sering 'terperangkap' pada pengulangan kata ganti orang, dan kata sambung, seperti: saya, aku, kau, dia, nya ... Dan, yang ....

Baik, segitu aja dulu, ya?
Semoga bermanfaat.

***

TIPS CARI IDE MENULIS



Biasanya, mereka yang hobi nulis, entah puisi atau cerpen, kalau lagi kasmaran dan patah hati, mendadak kebanjiran ide. Emosi diluapkan dalam bentuk syair dan cerita. Tak peduli tulisan itu masuk dalam katagori apa. Pokoknya tulis, dan semprot. Hajar, bleh!
Bener, kan? smile emotikon
Nah, bagi yang kondisi hatinya biasa-biasa saja, kalau ingin kebanjiran ide, ada tips menarik, yaitu:
1. Dengarkan musik galau, melow, dan patah hati, biar "kesambet" auranya. Pura-puranya kamu yang mengalami kejadian itu. Setelah dapat auranya, mulailah menulis.
2. Dengar musik riang, komedi, dan semangat ala country, caranya sama. Berpura-pura kamu yang mengalami, lalu serap auranya, setelah itu baru coba bikin cerita.
Oke, sekian tipsnya. Semoga bermanfaat. Selamat mencoba!

Rabu, 08 Juli 2015

VITAMIN PAGI

Oleh: Linda Puspitasari Assalamualaikum Yuuuuhuuuuuu ... Semangat pagi SOBAT CERPEN-KU Semua .... Masih pada semangat nulis, kan? Ok, kalau gitu untuk mempercantik tulisan kita, ada baiknya kita mempelajari tehnis menulis dengan benar sesuai EYD dan KBBI. Bagi yang sudah paham, yuk kita asah kembali, dan bagi yang belum tahu, mari kita sama-sama belajar. Vitamin kita pagi ini, yaitu tentang KATA SAPAAN Kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk menegur sapa orang yang diajak berbicara (orang kedua) atau menggantikan nama orang ketiga. Berikut adalah beberapa contoh kata yang dapat digunakan sebagai kata sapaan. (1) Nama diri, seperti Toto, Nur. (2) Kata yang tergolong istilah kekerabatan, seperti bapak, ibu, paman, bibi, adik, kakak, mas, atau abang. (3) Gelar kepangkatan, profesi atau jabatan, seperti kapten, profesor, dokter, soper, ketua, lurah, atau camat. (4) Kata nama, seperti tuan, nyonya, nona, Tuhan, atau sayang. (5) Kata nama pelaku, seperti penonton, peserta, pendengar, atau hadirin. (6) Kata ganti persona kedua Anda. Namun, hanya "nama diri, kata ganti kekerabatan, kata ganti nama, dan kata ganti persona kedua" yang dalam penulisannya menggunakan huruf besar di dalam dialog. Contoh : 1. "Kamu sudah makan, Dik?" 2. "Kemarin Dudunk bilang, semua ini salahmu!" 3. "Kami dapat melangkah sejauh ini, semua berkat bimbingan Anda, Pak." 4. "Semua yang kulakukan hanya untukmu, Sayang." Sedangkan untuk kata sapaan gelar kepangkatan/profesi, ditulis huruf besar jika diikuti nama orang. Contoh : 1. "Hasil penelitian Profesor Hilda sungguh meyakinkan!" ujar Toni. 2. "Siang, prof," sapaku. Nah, itu tadi beberapa cara penulisan kata sapaan dalam dialog. Semoga bermanfaat ya .... Salam pena kreatif Linda

Minggu, 05 Juli 2015

Puisi, Mendedah Keindahan Pada Rasa


Oleh: Achmad Solihin

Sebenarnya menulis puisi itu takperlu berpayah-payah memunculkan terminologi atau istilah yang hebat agar terkesan seperti sastra nan elok. Pemilihan diksi memang dibutuhkan, namun bukan berarti menjadi fokus utama kedalam penuangan ide atau gagasan di dalamnya. Puisi adalah ungkapan dari keindahan rasa pemuisi (penyair). Karena itu, pesan dibalik larik-larik di setiap baitnya layak disampaikan dengan kalimat yang dapat menimbulkan efek getaran di kedalaman batin si penikmat atau pembaca. Ketika keindahan puisi benar-benar mampu dirasakan oleh kedua belah pihak (antara pencipta dan penikmat), hal ini menandakan bahwa komunikasi rasa di dalam karya terkait telah terjalin secara baik. Dari segi pemaknaan dapat dimungkinkan terjadi multitafsir bagi masing-masing pembaca. Itu sih jamak saja, dan malahan akan memperkaya ruang wawasan pemahaman kita dalam membaca pantulan rasa dari indahnya sebuah puisi. Untuk menyampaikan keindahan rasa akan lebih mudah melalui penempatan kata-kata sederhana dan lazim bagi ruang pikir awam sekalipun. Tinggal kita kotak-katik saja supaya terasa ada harmoni antara satu kata dengan yang lainnya. Pilihlah tema yang sederhana pula, jangan dulu ngotot memaksakan putusan pada masalah berat atau absurd. Sebagai contoh, silahkan coba telaah puisi terbaru saya hari ini berjudul Kosong Tanpa Pintu.
Demikian sekedar coretan ringan, semoga bermanfaat. Salam manisku, hehe...
CBB, 05-07-2015

Rabu, 01 Juli 2015

Ketaksaan Dalam Puisi


Oleh: Achmad Solihin

Ketaksaan adalah kata benda yang bersinonim dengan ambiguitas atau pemaknaan berganda. Dalam memaknai sebuah puisi, takjarang kita menemukan kata atau kalimat yang bersifat ambigus (memiliki lebih dari satu arti). Karena itu, pemaknaan yang terjadi bisa menjadi multitafsir mengikuti arah pemahaman masing-masing pembacanya. Misalnya, frasa "senyum rembulan" takmustahil akan menimbulkan dua atau lebih pemaknaan yang saling bertolak belakang satu sama lain. Sebagian pembaca mungkin mengartikannya sebagai kebahagiaan atas sebuah pencapaian hidup. Sementara sebagian lainnya malah memahaminya serupa kekosongan jiwa di dalam hidup itu sendiri. Hal tersebut jamak terjadi karena adanya perbedaan sudut pandang pembaca dalam menangkap getaran rasa yang dikirim oleh pemuisi (penulis puisi) lewat karya ciptanya. Sebenarnya, pembaca tidak dituntut harus sepaham dengan pemuisi dalam menafsirkan puisi. Keindahan puisi justru sering terdedah saat terjadi tafsir berganda antara pembaca dengan pemuisi, atau bahkan di antara para pembaca. Keindahan puisi akan dapat dirasakan bukan oleh dikotomi makna hitam dan putih rasionalitas kita, melainkan dengan keluasan dan keleluasaan hati dalam penerimaan. Singkatnya, coba dirasakan dan bukan dipikirkan. Sebagaimana kita dapat memaknai kata c.i.n.t.a. hehehehe....
Salam kolak manis Cerpen-Ku.
Cipageran Bandung Barat, 01-07-2015

Selasa, 30 Juni 2015

Bagaimana Memahami Puisi


Oleh:Achmad Solihin
 29 Juni pukul 17:02

 Bagi sebagian teman kita, pertanyaan ini akan terasa agak menyulitkan untuk mendapatkan jawabannya. Mengapa? Karena puisi cenderung ingin dipahami dengan pola pikir yang terlalu rasional. Untuk jenis puisi dalam pahatan kekata harfiah dimana pemaknaannya memang terang-benderang (atau secara eksplisit sudah jelas sebagaimana adanya), rasionalitas kita tentu akan cepat menangkap kandungan isinya dengan baik. Contohnya, bisa kita cermati dalam puisi yang steril dari unsur majasi (kata-kata kiasan). Seperti, di antaranya, puisi anak-anak biasanya masih menggunakan kalimat-kalimat sederhana dan akrab dengan dunia bocah. Selain itu, ada juga puisi bermajas atau berkias yang menggunakan gaya bahasa seperti metafora, personifikasi, sarkasme, dan sebagainya. Silahkan buka kembali catatan sekolahnya, dulu saya mulai mendapat pelajaran mengenai gaya bahasa saat duduk di kelas dua dan tiga es-em-pe. Namun waktu itu, belum bisa bikin puisi. Cuma menghapalkan teori aja biar nilai Bahasa Indonesianya gak terlalu jelek. Hehehe.. Dalam memahami puisi majasi, suka atau taksuka ya harus banyak membaca karya orang lain. Bukan menjiplak, tetapi menelaah gaya bertuturnya. Jangan bosan berlatihlah coret-mencoret sebebas mungkin. Sambil mengamati keadaan sekitar, terutama yang paling diminati dan bisa menggugah kepekaan rasa kita. Misalnya; kita dapat menciptakan sebuah puisi mengenai keseharian hidup tetangga di dekat rumah kita. Nampaknya terlalu sepele, tetapi jika sering dilatih akan terasah kepekaan hati kita. Tentu akan butuh waktu, dan juga perlu ketelatenan, Bila menemukan sebuah puisi yang memang sulit diterima secara pemikiran biasa, cobalah simak lalu amati penempatan setiap kata dalam satu larik ke larik berikutnya. Jangan dulu memaksakan diri untuk memahami makna di dalamnya melainkan silahkan menikmati keindahan dan kelenturan gaya bahasa pada pengungkapannya. Terus terang, banyak puisi majasi para penyair yang tidak saya pahami. Namun demikian, saya dapat menikmati puisi-puisi mereka. Itulah letak kenikmatan menghayati puisi. Semoga bermanfaat. Salam kolak manis Cerpen-Ku, I love you all. grin emotikon Cipageran Bandung Barat, 29-06-

Jumat, 08 Mei 2015

DESKRIPSI TOKOH DAN TEMPAT




#vitamin pagi
Assalamualaikum sobat CERPEN-KU ....
Jumpa lagi, nih, di acara vitamin_pagi ala Linda, hehehe ....
Linda mau ngajak SOBAT CERPEN-KU untuk belajar bersama membuat DESKRIPSI TOKOH DAN TEMPAT dalam sebuah cerita.
Contoh:
Tokoh : kepala suku CERPEN-KU
Lelaki yang dikenal dengan kaca mata hitamnya. Rambutnya yang selalu terlihat rapih dengan olesan minyak rambut urang-aring, dan senyumnya yang menawan membuat rakyat cerpen-ku semua terpukau.
Tempat : pasar
Suasana terasa semakin panas dengan suara teriakan para pedagang sayuran, ikan, pakaian yang berlomba menjajakan dagangannya. Jalan sempit dipenuhi lalu lalang pengunjung yang terkadang berhenti sejenak untuk melihat-lihat buah atau sayuran. Tampak dari kejauhan pedagang dengan pembeli adu mulut menawar dagangan.
Mungkin segini saja contoh dari saya.
Silakan sobat pilih salah satu tokoh dan tempat di bawah ini, untuk dideskripsikan.
Tokoh:
- Petani
- Penggembala
- Pak RT
- Lurah
- Pencopet
- Pelacur
Tempat
- Kuburan
- Diskotik
- Sawah
- Hutan
- Jempat
Oke selamat berkarya
Salam pena kreatif
Cerpen-Ku

Rabu, 08 April 2015

ALUR DAN PLOT

#vitamin pagi
Semangat pagi SOBAT CERPEN-KU ...
Ketemu lagi deh, sama mimin yang sok tempe ... upzzz sok tahu maksudnya.
Sobat semua pasti sudah tahu dong ..., dalam sebuah cerpen, FF, dan juga novel, ada unsur yang disebut dengan ‪#‎ALUR‬ & ‪#‎PLOT‬
Sebenarnya apa sih, alur dan plot itu?
Nah, sekarang kita bahas bersama ^-^
AlUR : Dudunk Sakelan pergi ke sawah.
PLOT: Dengan menahan kantuk, Dudunk pergi ke sawah ditemani dua ekor sapi kesayangannya.
ALUR : Mas Achmad Solihin membersihkan halaman.
PLOT : Mas Achmad Solihin terbatuk-batuk membersihkan halaman, yang dipenuhi sampah plastik bekas pesta Airi Cha-anak bosnya. Tubuhnya gemetar saat melihat Airi datang dengan rona wajah marah.
Semoga bermanfaat ya SOBAT ....
Salam pena kreati

***

Selasa, 24 Maret 2015

Awalan "di" dan Penempatannya

#vitamin pagi
semangat pagi SOBAT CERPEN-KU ....
Di pagi yang cerah ini, marilah kita awali segala sesuatunya dengan hal-hal yang baik. Salah satunya yaitu dengan meminum vitamin hehehhe
Sebenarnye aye kagak bisa basa-basi, jadi nyok kite langsung aje ye ...
Kerap sekali terjadi kesalahan dalam penempatan awalan di-. Mungkin sebelumnya sudah pernah dijelaskan oleh big bos kita Kak Yan Hendra. Sekarang saya akan mengajak sahabat cerpen-ku untuk mengingat kembali.
*Awalan (di-) jika diikuti dengan kata keterangan tempat, maka penulisannya harus DI PISAH, selain itu ditulis serangkai.
contoh:
1- Di dalam
- Di luar
- Di sana
- Di mana
2- Diikat
- Diracun
- Dibabat
Namun, ada beberapa kata yang penulisannya bisa dipisah dan bisa juga serangkai, tergantung dengan kalimatnya.
Contoh:
1- Di balik (dipisah)
Mas Dudung sembunyi di balik pintu.
(Kata 'balik' di sini menunjukkan keterangan tempat)
2- Dibalik
Meja itu dibalik oleh Tedy.
(Kata 'balik' di sini menunjukkan keterangan kerja).
Oke sampai di sini dulu ya ....
Semoga bermanfaat ^-^
Salam Cerita Penulis!

Rabu, 28 Januari 2015

Mengenal Klitik, Proklitik, dan Enklitik


Selamat pagi, mari kita memburaskan soal kau-, -ku, dan ku-. Sebagian sahabat mungkin sudah jelas, seperempat mungkin kabur, dan seperempat lagi mungkin sebodo teuing. Oleh karenanya, aku yang merasa gatal pikir mencoba berusaha memperjelas yang kurang, belum, atau malah tidak jelas! Tentu saja itu masih dalam taraf keamatiranku, atau mungkin aku harus bersumpah, bahwa sedikit pun aku tak pernah mengklaim sebagai pakar apalagi kri (tikus) .. hehe. Aku hanyalah seorang yang kalian kenal sebagai tukang becak yang ingin terus belajar dan menjajal akan segala hal.
Mengenai pengertian dari judul di atas, cobalah buka KBBI, setidakya itu menolong rasa lelahku untuk menjelaskan makna ketiga jargon gramatikal di atas. Kalau begitu langsung saja, yah! Proklitik dan enklitik itu termasuk bagian dari klitik.
Contoh Proklitik itu misalnya: anti-, ku-, kau-, maha-, purna-, dan lain-lain.
Contoh Enklitik itu misalnya: -ku, -isme, -nya, -mu.
Untuk penulisan proklitik {ku-} dan {kau-} itu ditulis digabung dengan kata yang mengikutinya, dengan catatan kata setelah kedua klitik ini berupa kata kerja pasif, dan jika kata yang mengikutinya itu kata kerja aktif maka justru menjadi salah ditambah kaprah.
Ok, mungkin itu yang bisa kubagi hari ini, jika sekiranya tak menjerumuskan silahkan diambil inti sarinya, dan kalaupun ternyata malah menjerumuskan maka abaikan saja! Kalaupun mau dishare, ya silahkan asal jangan lupa rokoknya … hehehe! Ingat penjaga toilet mengatakan tidak ada yang gratis di dunia ini … hahaha!

Rabu, 14 Januari 2015

PUISI AKROSTIK

#vitamin pagi
Pagi sahabat CERPEN-KU ....
Ketemu lagi dengan Dhafitha Linda Nur Azizah ^-^
Nah, hari ini saya ingin menjelaskan sedikit tentang "PUISI AKROSTIK"
Yaitu, puisi yang huruf awal/akhir padi tiap baitnya bila dibaca kebawah akan sama seperti judul.
Contoh:
LINDA
Lingkaran suci terbentang
Indah nun jauh
Netra sayu mendekap pilu
Dingin menyeruak kalbu
Arungi leliku kisahku
14/01/15
Sudah paham, kan?
Sekarang silahkan Sahabat CERPEN-KU membuat puisi akrostik berdasarkan nama masing-masing di kol komentar.
Selamat berkarya
Salam Cerita Penulis!