Dropdown

Minggu, 05 Juli 2015

Puisi, Mendedah Keindahan Pada Rasa


Oleh: Achmad Solihin

Sebenarnya menulis puisi itu takperlu berpayah-payah memunculkan terminologi atau istilah yang hebat agar terkesan seperti sastra nan elok. Pemilihan diksi memang dibutuhkan, namun bukan berarti menjadi fokus utama kedalam penuangan ide atau gagasan di dalamnya. Puisi adalah ungkapan dari keindahan rasa pemuisi (penyair). Karena itu, pesan dibalik larik-larik di setiap baitnya layak disampaikan dengan kalimat yang dapat menimbulkan efek getaran di kedalaman batin si penikmat atau pembaca. Ketika keindahan puisi benar-benar mampu dirasakan oleh kedua belah pihak (antara pencipta dan penikmat), hal ini menandakan bahwa komunikasi rasa di dalam karya terkait telah terjalin secara baik. Dari segi pemaknaan dapat dimungkinkan terjadi multitafsir bagi masing-masing pembaca. Itu sih jamak saja, dan malahan akan memperkaya ruang wawasan pemahaman kita dalam membaca pantulan rasa dari indahnya sebuah puisi. Untuk menyampaikan keindahan rasa akan lebih mudah melalui penempatan kata-kata sederhana dan lazim bagi ruang pikir awam sekalipun. Tinggal kita kotak-katik saja supaya terasa ada harmoni antara satu kata dengan yang lainnya. Pilihlah tema yang sederhana pula, jangan dulu ngotot memaksakan putusan pada masalah berat atau absurd. Sebagai contoh, silahkan coba telaah puisi terbaru saya hari ini berjudul Kosong Tanpa Pintu.
Demikian sekedar coretan ringan, semoga bermanfaat. Salam manisku, hehe...
CBB, 05-07-2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar