Dropdown

Minggu, 05 Juli 2015

Dongeng Pengantar Tidur


Karya: Setia Rahmawati Numbone

Di desa Sukaraja ada seorang pemuda yang bernama Encep. Ia tinggal bersama ibunya. Mereka hidup sederhana tapi saling melengkapi.
Suatu hari Encep minta pada ibunya, "Bu, aku ingin menikah!"
"Kamu ingin menikah, nak? Sama siapa?" tanya ibunya.
"Tentunya sama gadis cantik," ujar Encep.
"Tapi nak, keadaan kita belum mencukupi jikalau kamu menikah sekarang." Sang ibu menjelaskan keadaan mereka pada Encep, berharap dia mau mengerti dan menunda keinginannya untuk menikah.
Mendengar perkataan ibunya Encep dongkol tak terima. Dia pun pergi meninggalkan rumah mencari udara segar. Tanpa sadar dia memasuki hutan, kerena kelelahan Encep duduk di sebuah batu yang besar tiba-tiba dia mendengar suara para gadis sedang bersendagurau. Dengan hati penasaran dicarinya sumber suara itu. Betapa kagetnya dia ketika melihat tujuh gadis cantik sedang mandi di sungai. Mau tidak mau dia harus bersembunyi di semak-semak
"Kalau dalam cerita Jaka Tarub bila mengambil selendang milik bidadari yang sedang mandi di sungai, maka bidadari yang diambil selendangnya akan menjadi istrinya. Kenapa aku tidak mencobanya, siapa tahu dari ketujuh gadis itu akan menjadi istriku," kata Encep membatin. Dia mulai melaksanakan idenya dengan cara mengendap-endap dan mengambil salah satu selendang, kemudian kembali ke tempat persembunyiannya semula.



***
Setelah menunggu lama satu persatu gadis-gadis itu meninggalkan sungai. Encep heran kenapa gadis yang diambil selendangnya belum kelihatan? Sehingga mau tidak mau dia mesti menunggu lebih sabar lagi. 'Pasti gadis ini paling cantik,” kata hatinya sambil senyum-senyum sendiri ketika dilihatnya gadis itu. Tapi Encep hanya melihat punggungnya saja. “Hmmmm... dia ngajak romantis-romantisan seperti di film-film,” pikir Encep.
Encep mendekati gadis tersebut dengan cara membelakanginya.
"Neng lagi cari apa?" tanyanya setelah dekat dengan si gadis.
"Neng lagi cari selendang," jawab gadis itu.
"Boleh saya bantu?" ujar Encep
"Boleh,  Ganteng!" jawab si gadis lagi. Encep membalikan badannya. "Jurig!!!" Encep kaget sampai terjatuh di tanah.
"Kenapa, Ganteng? Neng masih manusia bukan jurig,” katagadis itu sambil mengambil selendang dari Encep.
Encep berdiri dan kabur dari situ. Setelah jauh,  Encep bergumam, "Sial! Mau dapetin gadis cantik malah dapetin gadis yang udah kadaluarsa alias nenek-nenek. Apa gara-gara durhaka karena dongkol pada ibu?"
Dia bergegas pulang dan memohon ampunan pada ibunya.

tamat
(untuk semua sahabat pena yg mo tidur lgi :D-semoga suka
4 JULI 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar