Karya: Achenk Mangkoerondo Limo
Di ujung kampung wong edan, berdiri sebuah rumah tua tanpa
penghuni. Konon (jangan dibalik), rumah tua itu dulu pernah dihuni oleh Noni
belanda, seorang diri. Menurut sumber yang saya dengar, Noni belanda itu
dulunya bunga desa di sini. Kulitnya putih bersih, wajahnya ayu tiada tanding,
rambutnya pirang bergelombang sepunggung, bola matanya sebiru lautan dan dia
punya body semlohay icik icik e'hm. Karena kecantikannya yang sungguh menggoda
mata lelaki normal, Noni belanda pernah diperkosa oleh kawanan lelaki tak
dikenal. Hingga akhirnya Noni belanda hamil dan saat usia kehamilannya
menginjak 8 bulan, Noni belanda tak pernah terlihat lagi di rumahnya. Banyak
versi cerita berbeda tentang hilangnya, Noni belanda tanpa pamit. Ada yang
bilang, "Dia meninggal karena kecelakaan becak, saat hendak mudik ke
kampung halamannya." Ada lagi yang bilang, "Dia bunuh diri dengan
menyebur ke dalam sumur." Entah yang mana, yang benar. Tapi banyak sumber
yang mengatakan, "Dia meninggal karena tidak hidup."
Oleh karena kematiannya yang misterius, banyak bermunculan
cerita misteri dikalangan warga yang mempercayai tentang Hantu Noni belanda
yang ingin membalas dendam. Menurut Al Ghozip yang saya dengar, Hantu Noni
belanda yang hamil, selalu gentayangan di malam bulan purnama yang jatuh di
hari jum'at malam kamis (tentang harinya, yang baca tolong jangan protes.
Namanya juga hari di kampung wong edan). Hantu Noni belanda yang hamil, ingin
mencari lelaki dari golongan manusia, untuk menikahinya.
Mohon izin, penulisnya mau ngopi dan udud dulu biar tidak
tegang...
Malam itu! Kebetulan bertepatan dengan jadwal gentayangan, Hantu
Noni belanda hamil mencari jodoh. Bagi para kaum lelaki normal yang tidur
sebelum jam 03:00 WKWE, akan diculik tanpa izin Pak Rt Arie Tombi. Karena rasa takut yang teramat
besarnya, para kaum lelaki normal di sini, memutuskan untuk menginap di istana
Pak Rt. Sementara para kaum emak-emak, berjaga-jaga di sekitar rumah Pak Rt.
Tiba-tiba, suara jerit angin terdengar kencang, memaki heningnya
malam. Pohon-pohon bergoyang koplo, mengikuti irama desir angin misterius.
Komplotan kalong berterbangan tanpa arah tujuan, seakan merasakan ketidak
wajaran. Para emak-emak yang berjaga di barisan depan, menjadi panik dan
memilih kabur mencari perlindungan masing-masing. Tante Puspa Andini dan
Mbak Erlina Wati, bersembunyi di lubang semut. Mbak Linda Puspita Sari dan Bunda Rina Yuliani, masuk di kandang ayam dan
pura-pura menjadi ayam sedang bertelur. Duo jail Mj Tinx danShadrina Ghassani, bersembunyi di balik pohon
palm yang berukuran lebih kecil dari tubuh mereka berdua. Mak Musiyem dan Azizah Samha, pura-pura pingsan dengan gaya
selfienya cabe-cabean alay, yang memonyongkan bibirnya dan bola matanya digeser
berdekatan.
"Abul...! Ada etan oni anda amil," teriak Senja Merona yang
lari mengitari rumah Pak Rt, tanpa sadar.
Mendengar jeritan Senja, Bunda Nuril dengan
langkah seribunya, langsung memanjat pohon cabe yang ada di depan rumah Pak Rt.
"Kak Tia, kita ngumpet di mana nih?" tanya Siti Qomariyah sambil ngemil telur kutu.
"Ngapain kita ngumpet! Kan Hantunya bukan lesbong, jadi
kita kagak bakalan diculik. Mendingan kita pulang aja, tidur di rumah,"
jawab MbakSetia Rahmawati Numbone.
"Siti boleh nginep di rumah Kak Tia, gak?" tanya Siti
lagi.
"Kalo mau nginep di rumahku, kamu pakek pempers dulu. Biar
gak ngompolin kasurku," jawab Mbak Tia, kemudian beranjak pulang dan
diikuti Siti dari belakang.
Melihat kekacauan yang dialami para emak-emak. Kaum lelaki
normal, saling mengasah otak untuk mengelabuhi Hantu Noni belanda hamil. PakAchmad Solihin bersembunyi di dalam kulkas. Zangi Dost dan Elang Iqbaluddin Abbas, memilih bersembunyi di
dalam magicom. Mbah Tedy Maulana Ibrahim bersembunyi di dalam laci. Saya
bersembunyi di kolong tempat tidur, bersama Hidayatul Munawaroh. Pak Rt dan Ripki Aripianto, ternyata lebih cerdas dari
kita. Pak Rt pura-pura baca buku, sambil duduk jaim di sofa, dengan memakai
hijab dan berbusana muslim milik istrinya. Sementara Ripki yang duduk santai,
sambil pura-pura mendengarkan TV. Mengenakan daster milik istrinya Pak Rt yang
di bagian perutnya diisi balon, agar dikira wanita hamil. Yang membuat saya
menahan tawa, sambil mencetin hidung datarnya Hida. Ripki merias wajahnya
semenor mungkin, mirip boneka santet.
Terasa begitu lama, saya dan para warga bersembunyi, namun tak
sekalipun terlihat penampakan, Hantu yang kita takutkan. Hingga terdengar suara
kumandang, adzan subuh yang menghapus rasa takut kita. Akhirnya satu-persatu
dari kita, mulai memberanikan diri keluar dari persembunyiannya. Di balik rasa
tenang kita, terlintas kekawatiran tentang 2 Hansip cantik, Mbak Rahma Pemiliksendal dan Mbak Azzara Septiany Parawali yang dari awal tak nampak batang
kupingnya.
"Jangan-jangan istri yang terpaksa saya cintai, diculik
hantu noni belanda," kata Bang Bcpr Putra Ratu yang baru keluar dari sembunyi di
dalam vas bunga yang ada di atas meja.
"Mana mungkin 2 Hansip itu diculik! Kan menurut cerita yang
diincar cuma para lelaki normal," sahut Mbah Ted sambil selfie bareng Pak
Rt yang berhijab.
"Gaswat Pak Rt...! Ternyata cerita tentang Hantu bunting
ntu, bohong. Ada orang yang sengaja bikin cerita palsu ini, untuk kepentingan
lain," jelas Mbak Tia dengan nafas engos-engosan, akibat lari sambil
menggendong Siti.
"Iya, Pak Rt! Dan sekarang rumah warga telah bersih dibobol
maling," sahut Siti yang masih digendong Mbak Tia.
Setelah dilakukan penyidikan selama, kurang lebih 1 x 25 jam.
Pak Rt yang dibantu densus 99, berhasil mengungkap dalang di balik pristiwa
ini. Ternyata pelakunya 2 Hansip cantik yang diperintah oleh Bunda Rom dan Kak Airi Cha yang
masih buron.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar