Dropdown

Jumat, 08 Januari 2016

Misteri Noni Belanda Bunting

Karya: Achenk Mangkoerondo Limo

Di ujung kampung wong edan, berdiri sebuah rumah tua tanpa penghuni. Konon (jangan dibalik), rumah tua itu dulu pernah dihuni oleh Noni belanda, seorang diri. Menurut sumber yang saya dengar, Noni belanda itu dulunya bunga desa di sini. Kulitnya putih bersih, wajahnya ayu tiada tanding, rambutnya pirang bergelombang sepunggung, bola matanya sebiru lautan dan dia punya body semlohay icik icik e'hm. Karena kecantikannya yang sungguh menggoda mata lelaki normal, Noni belanda pernah diperkosa oleh kawanan lelaki tak dikenal. Hingga akhirnya Noni belanda hamil dan saat usia kehamilannya menginjak 8 bulan, Noni belanda tak pernah terlihat lagi di rumahnya. Banyak versi cerita berbeda tentang hilangnya, Noni belanda tanpa pamit. Ada yang bilang, "Dia meninggal karena kecelakaan becak, saat hendak mudik ke kampung halamannya." Ada lagi yang bilang, "Dia bunuh diri dengan menyebur ke dalam sumur." Entah yang mana, yang benar. Tapi banyak sumber yang mengatakan, "Dia meninggal karena tidak hidup."

Oleh karena kematiannya yang misterius, banyak bermunculan cerita misteri dikalangan warga yang mempercayai tentang Hantu Noni belanda yang ingin membalas dendam. Menurut Al Ghozip yang saya dengar, Hantu Noni belanda yang hamil, selalu gentayangan di malam bulan purnama yang jatuh di hari jum'at malam kamis (tentang harinya, yang baca tolong jangan protes. Namanya juga hari di kampung wong edan). Hantu Noni belanda yang hamil, ingin mencari lelaki dari golongan manusia, untuk menikahinya.
Mohon izin, penulisnya mau ngopi dan udud dulu biar tidak tegang...
Malam itu! Kebetulan bertepatan dengan jadwal gentayangan, Hantu Noni belanda hamil mencari jodoh. Bagi para kaum lelaki normal yang tidur sebelum jam 03:00 WKWE, akan diculik tanpa izin Pak Rt Arie Tombi. Karena rasa takut yang teramat besarnya, para kaum lelaki normal di sini, memutuskan untuk menginap di istana Pak Rt. Sementara para kaum emak-emak, berjaga-jaga di sekitar rumah Pak Rt.
Tiba-tiba, suara jerit angin terdengar kencang, memaki heningnya malam. Pohon-pohon bergoyang koplo, mengikuti irama desir angin misterius. Komplotan kalong berterbangan tanpa arah tujuan, seakan merasakan ketidak wajaran. Para emak-emak yang berjaga di barisan depan, menjadi panik dan memilih kabur mencari perlindungan masing-masing. Tante Puspa Andini dan Mbak Erlina Wati, bersembunyi di lubang semut. Mbak Linda Puspita Sari dan Bunda Rina Yuliani, masuk di kandang ayam dan pura-pura menjadi ayam sedang bertelur. Duo jail Mj Tinx danShadrina Ghassani, bersembunyi di balik pohon palm yang berukuran lebih kecil dari tubuh mereka berdua. Mak Musiyem dan Azizah Samha, pura-pura pingsan dengan gaya selfienya cabe-cabean alay, yang memonyongkan bibirnya dan bola matanya digeser berdekatan.
"Abul...! Ada etan oni anda amil," teriak Senja Merona yang lari mengitari rumah Pak Rt, tanpa sadar.
Mendengar jeritan Senja, Bunda Nuril dengan langkah seribunya, langsung memanjat pohon cabe yang ada di depan rumah Pak Rt.
"Kak Tia, kita ngumpet di mana nih?" tanya Siti Qomariyah sambil ngemil telur kutu.
"Ngapain kita ngumpet! Kan Hantunya bukan lesbong, jadi kita kagak bakalan diculik. Mendingan kita pulang aja, tidur di rumah," jawab MbakSetia Rahmawati Numbone.
"Siti boleh nginep di rumah Kak Tia, gak?" tanya Siti lagi.
"Kalo mau nginep di rumahku, kamu pakek pempers dulu. Biar gak ngompolin kasurku," jawab Mbak Tia, kemudian beranjak pulang dan diikuti Siti dari belakang.
Melihat kekacauan yang dialami para emak-emak. Kaum lelaki normal, saling mengasah otak untuk mengelabuhi Hantu Noni belanda hamil. PakAchmad Solihin bersembunyi di dalam kulkas. Zangi Dost dan Elang Iqbaluddin Abbas, memilih bersembunyi di dalam magicom. Mbah Tedy Maulana Ibrahim bersembunyi di dalam laci. Saya bersembunyi di kolong tempat tidur, bersama Hidayatul Munawaroh. Pak Rt dan Ripki Aripianto, ternyata lebih cerdas dari kita. Pak Rt pura-pura baca buku, sambil duduk jaim di sofa, dengan memakai hijab dan berbusana muslim milik istrinya. Sementara Ripki yang duduk santai, sambil pura-pura mendengarkan TV. Mengenakan daster milik istrinya Pak Rt yang di bagian perutnya diisi balon, agar dikira wanita hamil. Yang membuat saya menahan tawa, sambil mencetin hidung datarnya Hida. Ripki merias wajahnya semenor mungkin, mirip boneka santet.
Terasa begitu lama, saya dan para warga bersembunyi, namun tak sekalipun terlihat penampakan, Hantu yang kita takutkan. Hingga terdengar suara kumandang, adzan subuh yang menghapus rasa takut kita. Akhirnya satu-persatu dari kita, mulai memberanikan diri keluar dari persembunyiannya. Di balik rasa tenang kita, terlintas kekawatiran tentang 2 Hansip cantik, Mbak Rahma Pemiliksendal dan Mbak Azzara Septiany Parawali yang dari awal tak nampak batang kupingnya.
"Jangan-jangan istri yang terpaksa saya cintai, diculik hantu noni belanda," kata Bang Bcpr Putra Ratu yang baru keluar dari sembunyi di dalam vas bunga yang ada di atas meja.
"Mana mungkin 2 Hansip itu diculik! Kan menurut cerita yang diincar cuma para lelaki normal," sahut Mbah Ted sambil selfie bareng Pak Rt yang berhijab.
"Gaswat Pak Rt...! Ternyata cerita tentang Hantu bunting ntu, bohong. Ada orang yang sengaja bikin cerita palsu ini, untuk kepentingan lain," jelas Mbak Tia dengan nafas engos-engosan, akibat lari sambil menggendong Siti.
"Iya, Pak Rt! Dan sekarang rumah warga telah bersih dibobol maling," sahut Siti yang masih digendong Mbak Tia.
Setelah dilakukan penyidikan selama, kurang lebih 1 x 25 jam. Pak Rt yang dibantu densus 99, berhasil mengungkap dalang di balik pristiwa ini. Ternyata pelakunya 2 Hansip cantik yang diperintah oleh Bunda Rom dan Kak Airi Cha yang masih buron.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar