Dropdown

Jumat, 10 Juli 2015

KODOK SILUMAN

‪##anomali_kematian

Saat itu aku dan dua orang teman begoku tengah asik mengobrol mengenai desas-desus kematian tetangga kami yang bernawa Jujarwo.
Santer terdenger Jujarwo tewas diterkam kodok jadi-jadian. Kodok ini bukan sembarang kodok, kata orang pintar yang tengah menyelediki kasus Jujarwo. Kodok siluman tersebu sangat besar, bahkan lebih besar dari rumah joglo si Udin anak pak lurah.
"Serius Ton? No tipu-tipu, kan!" gumam Mahmud penasaran.
"Duarius sinatria, Mud. Sueer dah Mud, masa iya gue boongin elu. Lu tau ndiri kan, kalo gue ini ganteng maksimal pacman emotikon " kataku dengan sedikit becanda.
"Woii, jangan main-main ah. Lu tau kan penyakit gue, gue tuh parno sama ginian," timpal Beki yang mulai gelisah dan berkeringat dingin.
"Hahahaha... Mamfus lu pada, ngompol-ngompol dah," Aku tertawa diatas penderitaan dua orang temanku.
"Ton, dibelakangmu tuh," tunjuk Beki dengan nada bicara yang amat ketakutan: badannya bergetar dan mulutnya menganga lebar.
"Apaan sih, Bek? Jangan nakutin gitu, ah. Kok lu jadi ikut-ikutan si Tonie, sih!" gerutu Mahmud sembari mencoba menengok ke belakang dengan pelan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Tonie yang kebetulan duduk disebelah Mahmud.
*Gleek!* Mahmud dan Tonie hanya bisa menelan ludah tanpa bisa berkata-kata. Sesosok mahluk bertubuh Megazord telah menanti mereka dengan lidah yang menjulur-julur. Ternyata desas-desus itu benar adanya. Mahluk berparas kodok itu sungguh seram sekali. Lebih seram dari Mama Godzilla.
"Gue takut nih, Ton!" Lirik Mahmud padaku.
"Gue apa lagi, kabur nyok!" ajakku.
"Nyok ahh, buruan. Gue udah nahan pipis nih!" timpal Beki gusar.
"Oke dalam hitungan ketiga kita kabur bareng, ya!" kataku kepada Beki dan Mahmud.
"Oke, siip!" kata mereka berdua kompak.
"SAAA..SAAT... TIGAAAA! pacman emotikon " kataku keras sembari berlari sekencang mungkin. Disusul Mahmud dan Beki dibelakangku.
"EMAAAAK!" Kami bertiga lari terbirit-birit, meninggalkan TKP yang terbilang angker itu gasp emotikon .

TAMAT

Pesanku :
NEK WANI AJA WEDI-WEDI,
NEK WEDI AJA WANI-WANI
(Kalo berani jangan takut2, kalo takut jangan berani2. Udah tau tempat angker malah bicara yang tidak2, giliran yang diomongin muncul malah langsung ngibrit :v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar