Dropdown

Rabu, 28 Januari 2015

Mengenal Klitik, Proklitik, dan Enklitik


Selamat pagi, mari kita memburaskan soal kau-, -ku, dan ku-. Sebagian sahabat mungkin sudah jelas, seperempat mungkin kabur, dan seperempat lagi mungkin sebodo teuing. Oleh karenanya, aku yang merasa gatal pikir mencoba berusaha memperjelas yang kurang, belum, atau malah tidak jelas! Tentu saja itu masih dalam taraf keamatiranku, atau mungkin aku harus bersumpah, bahwa sedikit pun aku tak pernah mengklaim sebagai pakar apalagi kri (tikus) .. hehe. Aku hanyalah seorang yang kalian kenal sebagai tukang becak yang ingin terus belajar dan menjajal akan segala hal.
Mengenai pengertian dari judul di atas, cobalah buka KBBI, setidakya itu menolong rasa lelahku untuk menjelaskan makna ketiga jargon gramatikal di atas. Kalau begitu langsung saja, yah! Proklitik dan enklitik itu termasuk bagian dari klitik.
Contoh Proklitik itu misalnya: anti-, ku-, kau-, maha-, purna-, dan lain-lain.
Contoh Enklitik itu misalnya: -ku, -isme, -nya, -mu.
Untuk penulisan proklitik {ku-} dan {kau-} itu ditulis digabung dengan kata yang mengikutinya, dengan catatan kata setelah kedua klitik ini berupa kata kerja pasif, dan jika kata yang mengikutinya itu kata kerja aktif maka justru menjadi salah ditambah kaprah.
Ok, mungkin itu yang bisa kubagi hari ini, jika sekiranya tak menjerumuskan silahkan diambil inti sarinya, dan kalaupun ternyata malah menjerumuskan maka abaikan saja! Kalaupun mau dishare, ya silahkan asal jangan lupa rokoknya … hehehe! Ingat penjaga toilet mengatakan tidak ada yang gratis di dunia ini … hahaha!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar