Terlihat jelas wanita itu telah memotong-motong tubuh kekasihnya untuk santap malam dengan teman-temannya. Wanita itu momotong bagian paha dari tubuh pacarnya. Ia motong bak daging sapi lalu di potong tipis-tipis. Ia melakukan itu padanya karena ia sudah muak dengan tingkahnya.
"Hi, Sis? Gimana kalo kita pesta daging malam ini. Ada banyak kok." ajak si wanita tadi ke teman-temannya.
"Haha...." terdengar riuh meriah suara pesta daging tersebut. Namun mereka tak tau bahwa daging yang mereka makan adalah daging manusia. Lebih tepatnya daging pacar si wanita tadi.
"Hm, kok pacar loe gak ikutan pesta?" tanya salah satu temannya.
"Dia ikutan kok! Ini buktinya. Daging ini adalah bagian dari tubuhnya. Dan kalian sudah memakannya hampir separoh." ucap wanita tadi sambil tersenyum dan memperlihatkan mayat pacarnya tersebut.
"Ini! Aku bawakan gaging lagi. Tapi kalian potong sendiri ya?" Membawakan mayat pacarnya yang sudah berlumuran darah.
"Huek! Huek!" Terdengar suara muntahan teman-teman wanita itu karena tak menyangka.
"Loh? Kok kalian muntah sudah kenyang? Tapi aku masih belum loh! Gimana kalo aku tunjukkan sesuatu sebagai penutupnya.?" ucap wanita tadi.
Setelah itu wanita tadi menguliti mayat pacarnya dengan pisau. Ia menguliti bak menguliti tubuh hewan. Kemudian ia lalu memulainya dengan bagian atas. Pertama ia mencongkel mata pacarnya dengan sendok. Memainkan bola mata pacarnya seperti bola bakel. Lalu ia memegang lidah pacarnya kemudian memotongnya. Ia memotongnya menjadi beberapa bagian. Lalu di kulitinya wajah kekasihnya dengan tangannya. Ia merobek-robek wajah kekasihnya dan berkata.
"Apa kalian mau, teman-temanku?"
Ia masih melanjutkannya. Kemudian ia memenggal kepala pacarnya itu yang sudah rusak dengan kapak. Lalu dibagilah lagi menjadi tiga bagian kepala kekasihnya itu. Setelah agak puas. Ia melanjutkan lagi ke bagian bawahnya. Setelah ia memenggal kepala ke kasihnya. Ia melihat darah sang kekasih agak merasa sayang kalo terbuang. Lalu di serutuplah darah sang kekasihnya itu bagai minuman. Ia langsung meminum dari kerongkongannya.
Setelah puas meminum darah ia lanjut ke bagian bawahnya lagi. Ia lalu membedah dada sang kekasih dan mengoyak-ngoyaknya. Jantung sang kekasihnya itu langsung di remas bak memeras kain. Ia tak perduli dengan teman-temannya yang sudah tak berani melihat.
Ia lalu melanjutkan ke bagian perut. Ia motong-motong usus yang sudah berceceran itu. Ia bahkan sesekali membuatnya seperti mainan. Ia memutar-mutar, mengoyak. Ah semua ia lakukan untuk membuat hatinya senang.
"Hei teman kalian mau?" bujuknya ke teman-temannya yang terbujur kaku tak tercaya apa yang mereka lihat.
~ TAMAT ~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar