Om Dudunk menggeser kuda putih, lalu menghisap dalam-dalam kreteknya.
"Aku kemarin kalah lomba, Om," kataku seraya memindahkan menteri, menghindari kuda.
"Terus kamu dapat apa?" tanya Om Dudunk. Hembusan asap mengiringi langkah pion yang maju dua kotak.
"Ya tidak dapat apa-apa," jawabku lesu. Kalah dalam lomba kemarin memadamkan semangatku. Tadi nda masuk kerja. Loyo. Malah dolan ke rumah Om Dudunk, ngopi sambil main catur.
"Terus kamu dapat apa?" tanya Om Dudunk. Hembusan asap mengiringi langkah pion yang maju dua kotak.
"Ya tidak dapat apa-apa," jawabku lesu. Kalah dalam lomba kemarin memadamkan semangatku. Tadi nda masuk kerja. Loyo. Malah dolan ke rumah Om Dudunk, ngopi sambil main catur.
"Kalah lomba itu biasa, tapi putus asa itu kegagalan yang sesungguhnya."
Aku mendengarkan saja seraya menggeser benteng ke dekat raja.
"Dalam catur, terkadang kita mengorbankan perwira untuk meraih kemenangan. Begitu juga dalam hidup dan percintaan," kata Om Dudunk berfilsafat. Setelah meneguk kopi dan mendorong benteng jauh ke depan, dia melanjutkan, "berjuang meraih kesuksesan itu perlu pengorbanan."
Aku terdiam. Bukan mikir bidak-bidak catur, tapi mencoba mencerna nasehat Om Dudunk.
"Kamu harus bisa mengambil pelajaran dari kegagalan!" tambahnya.
Tiba-tiba aku seperti ada air segar yang menyiram semangatku.
Mengambil pelajaran dari kegagalan, batinku mengulang. Lalu kugerakan menteri memakan pion. Satu strategi penyerang kudapatkan.
"Skak!"
Mengambil pelajaran dari kegagalan, batinku mengulang. Lalu kugerakan menteri memakan pion. Satu strategi penyerang kudapatkan.
"Skak!"
Om Dudunk sedikit terkejut. Tak mengira aku berani mempertaruhkan perwira tinggi. Pasti dia menebak-nebak arai seranganku.
Aku tersenyum senang. Bukan karena berhasil mendesak raja Om Dudunk saja, tapi juga karena mendapat semangat baru. Kupetik pelajaran dari sebuah kegagalan. Biarlah lomba kemarin kalah. Masih banyak perlombaan yang lain. Suatu saat pasti aku bisa memenangkan sebuah event.
"Makasih, Om!"
"Makasih, Om!"
Gading, 07.07.15

Tidak ada komentar:
Posting Komentar