Dropdown

Rabu, 15 Juli 2015

Cara Meminimalisir Kata-Kata


Dalam banyak kasus banyak terlihat pengulangan-pengulangan yang tidak penting pada suatu karangan. Mungkin bukan persoalan salah atau benar, tetapi secara estetika menjadi kurang manis dan indah untuk dibaca. Di samping memang terjadi pemborosan kata.
Contoh: 
Malam Minggu kemarin, aku dan ibu pergi ke pasar malam. Aku dan ibu membeli baju baru. Baju baru itu berwarna merah. Baju berwarna merah adalah kesukaanku.
***
Bandingkan dengan ini.
Malam Minggu kemarin, aku dan ibu pergi ke pasar malam. Kami membeli baju baru berwarna merah, kesukaanku.
***
- Aku dan ibu pada kalimat kedua, diganti ' kami' untuk efisiensi.
- Baju baru itu, pada kalimat ketiga dihilangkan, sedang berwarna merah dimasukkan pada kalimat kedua.
- Kalimat keempat dipenggal, lalu ambil 'kesukaanku' untuk disambung.
- Akhirnya jadi paragraf baru, hanya dengan dua kalimat.
***
Contoh paragraf di atas sangat sederhana. Pada kebanyakan kasus, kita sering 'terperangkap' pada pengulangan kata ganti orang, dan kata sambung, seperti: saya, aku, kau, dia, nya ... Dan, yang ....

Baik, segitu aja dulu, ya?
Semoga bermanfaat.

***

1 komentar: