Oleh: Achmad Solihin
Ketaksaan adalah kata benda yang bersinonim dengan ambiguitas atau pemaknaan berganda. Dalam memaknai sebuah puisi, takjarang kita menemukan kata atau kalimat yang bersifat ambigus (memiliki lebih dari satu arti). Karena itu, pemaknaan yang terjadi bisa menjadi multitafsir mengikuti arah pemahaman masing-masing pembacanya. Misalnya, frasa "senyum rembulan" takmustahil akan menimbulkan dua atau lebih pemaknaan yang saling bertolak belakang satu sama lain. Sebagian pembaca mungkin mengartikannya sebagai kebahagiaan atas sebuah pencapaian hidup. Sementara sebagian lainnya malah memahaminya serupa kekosongan jiwa di dalam hidup itu sendiri. Hal tersebut jamak terjadi karena adanya perbedaan sudut pandang pembaca dalam menangkap getaran rasa yang dikirim oleh pemuisi (penulis puisi) lewat karya ciptanya. Sebenarnya, pembaca tidak dituntut harus sepaham dengan pemuisi dalam menafsirkan puisi. Keindahan puisi justru sering terdedah saat terjadi tafsir berganda antara pembaca dengan pemuisi, atau bahkan di antara para pembaca. Keindahan puisi akan dapat dirasakan bukan oleh dikotomi makna hitam dan putih rasionalitas kita, melainkan dengan keluasan dan keleluasaan hati dalam penerimaan. Singkatnya, coba dirasakan dan bukan dipikirkan. Sebagaimana kita dapat memaknai kata c.i.n.t.a. hehehehe....
Salam kolak manis Cerpen-Ku.
Cipageran Bandung Barat, 01-07-2015
Cipageran Bandung Barat, 01-07-2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar