Aku duduk termangu di teras rumahku, ketika itu mereka semua datang menghampiriku.
"Apa maksudnya ini?" tanya mbak Zalika.
Aku bingung tidak mengerti, "Jadi kamu mo jitak aku?" kata mbak Zalika lagi.
"kamu juga mau nyubitin aku? hah" mbak Zurra menambahkan. Hawa di sekitar berubah ketika mereka merdua melotot padaku. Aku menelan ludah menahan takut. 'sebenarnya apa yang sedang terjadi?' ucapku dalam hati.
mbak Hani memberikan secarik kertas padaku yang katanya surat cintaku untuk mas Andro.
setelah membacanya aku terkejut bukan main, keterkejutanku melebihi ketika mbak-mbak yang tadi menyatroniku.
Mbak Era berbicara padaku "Jika kau mencintainya tidak begini caranya de"
"Bukan aku mbak yang menulis surat itu" aku menjelaskan.
"Yang bener? ini atas nama kamu kan?" kata mba Airi
"Iya, tapi bukan aku yang nulis surat itu. aku dan mas Andro berteman baik" aku menyakinkan mereka.
"Lalu siapa yang nulis kalau begitu?" tanya mbak Hani bingung.
Kami semua bingung. di tengah kebingungan tiba-tiba mbak Musiyemangkat bicara "Sebenarnya aku yang nulis surat itu"
"Apa!!!!" kami semua berteriak
"Aku yang buat surat itu karena aku ingin mencurahkan perasaanku pada mas Andro tapi aku tidak berani, aku takut mas Andro menjauhiku" jelasnya.
Setelah mbak musiyem menjelaskan kami semua pergi meninggalkannya. biarlah mbak musiyem merenungi apa yang telah diperbuatnya padaku.
"Apa maksudnya ini?" tanya mbak Zalika.
Aku bingung tidak mengerti, "Jadi kamu mo jitak aku?" kata mbak Zalika lagi.
"kamu juga mau nyubitin aku? hah" mbak Zurra menambahkan. Hawa di sekitar berubah ketika mereka merdua melotot padaku. Aku menelan ludah menahan takut. 'sebenarnya apa yang sedang terjadi?' ucapku dalam hati.
mbak Hani memberikan secarik kertas padaku yang katanya surat cintaku untuk mas Andro.
setelah membacanya aku terkejut bukan main, keterkejutanku melebihi ketika mbak-mbak yang tadi menyatroniku.
Mbak Era berbicara padaku "Jika kau mencintainya tidak begini caranya de"
"Bukan aku mbak yang menulis surat itu" aku menjelaskan.
"Yang bener? ini atas nama kamu kan?" kata mba Airi
"Iya, tapi bukan aku yang nulis surat itu. aku dan mas Andro berteman baik" aku menyakinkan mereka.
"Lalu siapa yang nulis kalau begitu?" tanya mbak Hani bingung.
Kami semua bingung. di tengah kebingungan tiba-tiba mbak Musiyemangkat bicara "Sebenarnya aku yang nulis surat itu"
"Apa!!!!" kami semua berteriak
"Aku yang buat surat itu karena aku ingin mencurahkan perasaanku pada mas Andro tapi aku tidak berani, aku takut mas Andro menjauhiku" jelasnya.
Setelah mbak musiyem menjelaskan kami semua pergi meninggalkannya. biarlah mbak musiyem merenungi apa yang telah diperbuatnya padaku.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar