Kebayang dong menduda puluhan tahun?
smile emotikon Padahal Ustadz
Achmad Solihin sudah sering memberi nasihat,"Bawa puasa senin kamis aja, Pling. InsyaAlloh bisa mengurangi nafsu yang nggak-nggak dalam diri kita ...."
Tapi Kempling cuma menjembleh, meski di depan Ustadz dia manggut-manggut. "Boro-boro puasa senin kamis, makan sehari-hari aja susah," gerutunya.
"Ingat," lanjut Ustadz Achmad, "jangan dekati maksiat, karena Alloh tidak suka. Kalau Alloh masih sayang, maka Dia akan menemukan cara agar kita terhindar dari perbuatan maksiat sekecil apa pun. Jangan sampai lupa, Pling!"
"Iya, Tad," angguk Kempling dengan muka dibuat sesungguh-sungguh mungkin.
Kempling cuma penjaga warnet. Bukan bertugas sebagaimana layaknya, tapi cuma tukang sapu, parkirin motor sekalian jagain jangan sampai motor pelanggan hilang. Untuk mengoperasikan komputer? Boro-boro!
Tapi saat mendengar cerita bahwa di komputer banyak yang bisa lihat gambar dan video porno, "semangat"nya menyala. Tapi bagaimana caranya?
"Gampang," kata
Dudunk Sakelan, salah seorang sohib yang bisa dipercayanya.
"Caranya, Dunk?"
"Lha, sampeyan kan penjaga warnet? Buka aja, tinggal pencet-pencet."
"Justru itu masalahnya, Dunk. Aku nggak ngerti sama sekali. Kalo pun ngerti, resikonya besar. Soalnya Bu
Musiyem kan sangat anti sama yang gituan. Bisa mampus aku diomeli. Bahkan bisa jadi dipecat."
"Kalo gitu pake hp," kata Dudunk enteng.
"Aku nggak punya hp ...." sahut Kempling nelangsa.
"Oalah, gimana tho? Ya modal dulu. Gimana mau kasih solusi kalo semua jalan tertutup? Nih, ada hp. Bayarin deh cepe. Ntar diajarin gimana caranya," kata Dudunk sambil menyodorkan sebuah hp berwarna kusam merek 'Menccret'.
"Belum ada duitnya, Dunk. Ngutang dulu, ya?"
"Kalo ngutang jadi seratus lima puluh," kata Dudunk, yang disambut sukacita oleh Kempling tanpa berusaha menawar.
Setelah mendapat tutorial singkat dari Dudunk tentang cara mengoperasikan alat itu, Kempling pun pulang dengan hati berbunga-bunga. Masuk rumah, kunci pintu. Masuk kamar, cklek! Kunci pintu kamar rapat-rapat. Sambil rebahan, satu per satu tutorial dari Dudunk dipraktekkannya. Loading pun dimulai. Ngeng ... ngeng ... ngeng ... Dengan hati degdegan Kempling menunggu hasil sambil memperhatikan gambar bola dunia yang berputar-putar. Semenit, lima menit, sepuluh menit ... bola dunia belum menunjukkan akan berhenti dan memberi tontonan yang mengasikkan. Kempling menunggu sambil mereguk kopi hitam sisa tadi pagi yang belum sempat diminum.
Usai ngopi bukannya seger, malah mata mulai ngantuk. Sambil merem-melek, matanya terus mengawasi bola dunia yang masih saja berputar, sampai akhirnya tanpa disadari Kempling pun tertidur. Entah karena dalam benaknya masih tersisa hasrat yang besar, hingga lima belas menit kemudian dia terjaga. Pertama sekali tentu hp yang dicari-cari. Di kasur dan bawah bantal nihil, di meja pun tak ada. Sampai akhirnya saat bangun, barulah sang hp terlihat, ikut tertidur pulas dalam gelas kopi yang isinya masih penuh.
"Hpku ...!" teriak Kempling nyaris histeris.
**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar