Wajah boneka dengan kerlip sayu pada kedua mata
Tutur kata lugu melintuh bak perawan desa
Derai canda selalu mempesona
Gelak lucu tak henti tersungging di setiap kata
Seolah tak ada pura-pura
Tutur kata lugu melintuh bak perawan desa
Derai canda selalu mempesona
Gelak lucu tak henti tersungging di setiap kata
Seolah tak ada pura-pura
Aku begitu jatuh cinta saat pandangan pertama
Kupanggil kau adik kau panggil aku kakak
Lalu kita seperti kakak beradik
Kerap kau menangis mengeluh buat iba
Hingga kupeluk dalam setiap doa
Kupanggil kau adik kau panggil aku kakak
Lalu kita seperti kakak beradik
Kerap kau menangis mengeluh buat iba
Hingga kupeluk dalam setiap doa
Di suatu senja kau pun bercerita
Jatuh cinta pada seorang pemuda
Aku pun tertawa dengan bahagia
sambut senang dalam derai tawa
Namun ternyata itu lah akhir sebuah cerita
Perlahan kau mulai berpura-pura
Sering berdusta dalam setiap kata
Tak lagi lugu kini mulut penuh bisa
Kau yang bak perawan desa kini sungguh luar biasa
Gaya kota lenggok pun mulai menggoda
Tak lagi ramah selalu ketus bicara
Aku pun heran lalu bertanya kenapa
Jawabnya sungguh tak terduga
Ia takut aku menggoda pacarnya
Ah ... cinta kau memang luar biasa
Bisa menyulap segala dengan seketika
Hingga dia pun kini bergaun dusta penuh pura pura.
Jatuh cinta pada seorang pemuda
Aku pun tertawa dengan bahagia
sambut senang dalam derai tawa
Namun ternyata itu lah akhir sebuah cerita
Perlahan kau mulai berpura-pura
Sering berdusta dalam setiap kata
Tak lagi lugu kini mulut penuh bisa
Kau yang bak perawan desa kini sungguh luar biasa
Gaya kota lenggok pun mulai menggoda
Tak lagi ramah selalu ketus bicara
Aku pun heran lalu bertanya kenapa
Jawabnya sungguh tak terduga
Ia takut aku menggoda pacarnya
Ah ... cinta kau memang luar biasa
Bisa menyulap segala dengan seketika
Hingga dia pun kini bergaun dusta penuh pura pura.
Bumi Andalas, 12/7/2015
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar