SATU PERCAKAPAN SENDU SEBELUM HARI FITRI YANG KAN DATANG BERTAMU.
"Bunda ... kuingin baju baru.
Berenda dan berpita kupu-kupu.
Kuingin sepatu merah itu Bunda.
Juga tas mungil berkepala boneka.
Belikan Bunda kuingin seperti mereka
yang tinggal di rumah gedong sana."
"Anakku sayang ... sabar ya nak
Bunda selesaikan cucian ini dulu.
Esok jika upahnya ada akan Bunda belikan nak.
Tapi bukanlah baju berenda dan berpita kupu-kupu cukuplah sehelai baju katun kaki lima seharga tiga puluh lima ribu.
Bukan pula sepatu merah mengkilat itu nak, Bunda hanya bisa belikan sepasang sandal jepit seharga lima belas ribu.
Dan tas berkepala boneka itu buat apa nak jika nanti tak kan terisi apa-apa.
Sabar nak, Bunda hanya berupah seratus ribu.
Tapi esok lebaran kita kan makan enak, Bunda akan membeli tahu dan membuat sambal yang enak, masih ada sisa limapuluh ribu buat hidangan lezat kita nanti.
Nak sabarlah yang penting kau tetap sekolah agar tak menjadi seperti Bunda."
"Bunda ... kapan aku bisa seperti anak-anak itu Bunda, bermain dengan sepeda, berbaju bagus, dengan pita di kepala, tinggal di rumah besar berpagar tinggi duuuh ... pasti senyaman istana."
"Esok, nak jika kau telah menjadi seorang bidan, kau akan seperti mereka memiliki anak-anak yang tak kan pernah merasakan sepertimu maka berjanjilah Nak untuk terus menjadi anak yang pintar agar kau bisa seperti mereka dan Bunda kan terus berjuang tuk mewujudkan mimpimu Nak."
"Bunda ... aku berjanji, aku akan meraih mimpi-mimpiku, aku tak ingin tinggal di emperan-emperan toko ini, aku tak ingin lagi bergumul dengan sampah, aku ingin membelikan Bunda baju yang bagus, aku ingin mengajak Bunda makan di rumah makan dekat pasar itu, aku ingin kita tinggal di rumah yang ada kasurnya Bunda maka restui dan doakan aku selalu Bunda."
" Anakku ... doa Bunda tak akan pernah putus untukmu karena hanya itu lah satu-satunya yang bisa Bunda berikan bagi hidupmu. Hanya setangkup doa milik Bunda yang berharga Nak, sekarang kemarilah sayang ... lelaplah engkau dalam kasih Bunda, esok masih tetap harus kita lalui walau sulit tapi percayalah Tuhan selalu bersama kita."
Bumi Andalas, 18/7/2015
Special to Komunitas Anak Jalanan (KAJ. BUKIT)