Dropdown

Jumat, 15 Januari 2016

CARA PENULISAN DIALOG

Oleh: Linda Puspita Sari

1. Dasar penggunaan tanda baca dalam dialog dibuka dan diakhiri dengan tanda petik (” … “).
2. Tanda baca dalam dialog :
~ Untuk dialog sifatnya pertanyaan, gunakan tanda tanya (?).
Contoh :
(a). "Kapan kamu mau bayar?"
~ Untuk dialog deklaratif / pernyataan (menyampaikan fakta atau opini), akhiri dengan tanda koma (,) atau tanda titik (.) tergantung pada lanjutan dialog tersebut.
Contoh :
(b). "Aku harus pulang."
NOTE : Biasanya, setelah atau sebelum dialog ada frase pelengkap seperti (kata Katy), (tukas Mira), (pekik Henry), (Mira berkata) dll.
Frase pelengkap ini disebut dialog tag. Nah, dialog tag ini akan mempengaruhi tanda baca yang digunakan untuk mengawali atau mengakhiri dialog deklaratif (kalimat pernyataan).

Jumat, 08 Januari 2016

- Aku Gembala Bulan -

Karya: Ripki Aripianto
Sepasang bola berbinar rupa bintang itu menatapku sekedip. Aduhai gadis rupawan yang kutemui di penghujung senja tadi, berlalunya ia tinggalkan jejak candu. Diri jadi kepayang akan bayangnya yang memakai baju biru, pun helai tiara hitamnya kemerahan panjang terurai, kian indah bersama bandana menghias pesonanya nan lugu. Tak ayal lagi ia akan masuk dalam mimpiku, dan niscaya hariku esok jua lusa turut syahdu, pikirku.
"Sungguh, apa yang kau lamunkan, Nak?" tanya ibu menggelitik indria dengar dan angan awal malam ini.

Si Pengumpul Batu Kali


Oleh : Linda Puspita Sari
"Seret nenek itu ke kantor polisi!" perintah Pak Lurah kepada ajudannya.
Dua lelaki berbadan kekar yang mengenakan baju serba hitam, dengan sigap manarik paksa tangan Mbah Darmi, si pengumpul batu kali.
Puluhan warga Desa Kedondong, berkumpul di depan rumah janda tua berumur 80 tahun. Hanya satu dua orang saja yang membela Mbah Darmi. Menghalangi jalan para ajudan, tapi justru pukulan keras di bagian perut yang mereka dapatkan. Sementara yang lain bersorak memberi dukungan pada lurah yang buta hati.
***

Misteri Noni Belanda Bunting

Karya: Achenk Mangkoerondo Limo

Di ujung kampung wong edan, berdiri sebuah rumah tua tanpa penghuni. Konon (jangan dibalik), rumah tua itu dulu pernah dihuni oleh Noni belanda, seorang diri. Menurut sumber yang saya dengar, Noni belanda itu dulunya bunga desa di sini. Kulitnya putih bersih, wajahnya ayu tiada tanding, rambutnya pirang bergelombang sepunggung, bola matanya sebiru lautan dan dia punya body semlohay icik icik e'hm. Karena kecantikannya yang sungguh menggoda mata lelaki normal, Noni belanda pernah diperkosa oleh kawanan lelaki tak dikenal. Hingga akhirnya Noni belanda hamil dan saat usia kehamilannya menginjak 8 bulan, Noni belanda tak pernah terlihat lagi di rumahnya. Banyak versi cerita berbeda tentang hilangnya, Noni belanda tanpa pamit. Ada yang bilang, "Dia meninggal karena kecelakaan becak, saat hendak mudik ke kampung halamannya." Ada lagi yang bilang, "Dia bunuh diri dengan menyebur ke dalam sumur." Entah yang mana, yang benar. Tapi banyak sumber yang mengatakan, "Dia meninggal karena tidak hidup."