Duh ... Melihat musuh yang begitu ganteng dan keren-keren, Pasukan srikandi dipimpin komandan Sutini Tini yang beranggotakan Esi Sunnysunny, Puspa Andini, Percaya Sama Zalika, Sastra Dewita, Zenith Azzura, Rossi, Syam Aminah dan Wirda Fathiya Al Faiq tampaknya akan menyerah tanpa perlawanan. Pasukan musuh dari seberang memang luar biasa ganteng dan ... Hight quality brondy. Pasukan tempur mereka dipimpin Tedy Maulana Ibrahim dengan prajurit brondynya yaituShobikhul Irfan, EmNu Rushob AchEl, Cefri D'alberqueque, pasukan khusus dan terlatih dipimpin komandan yang ganteng yaitu Arie Tombiberanggotakan Dudunk Sakelan, Arya Purnama, Achmad Solihin, Nano Setyoko Andro Wp.
Pasukan srikandi sudah bersiap mengibarkan bendera putih, Zalika malah sudah mengambil lipstick dan bedak dari tas Era, mulai berdandan. Puspa sibuk pasang maskara, Rossi mulai melukis alisnya persis jalan tol Cipali. Perintah komandan Setia Rahmawati Numbone untuk menyerang pasukan Tedy terlupakan.
Kabar mengenai menyerah tanpa perlawanan pasukan Sutini membuat komandan Mbon pusing kliyengan. Koyok cabe rawit nempel didahinya. Ia memerintahkan pasukan elitnya untuk maju ke medan perang. Dengan penuh semangat tempur Hany Juwita, Airi Cha, Laras Cah Semarang,Rinjani Syafriadi dengan mengendarai odong-odong tempur mereka bergegas maju melawan pasukan brondy.
Tiba di medan perang betapa terpananya Hany melihat Cefri yang tersenyum ala Aliando padanya, Hany menyerahkan senjata tanpa isyarat apapun pada Cefri. Airi bertekuk lutut pada wajah ganteng Arie tombi. Laras Klepek-klepek pada pesona Dudunk. Rinjani tebar senyum maut pada Nano yang ganteng ke 7 versi on the spit. Bendera putih dikibarkan oleh pasukan elit ini.
Akhirnya komandan Mbon harus bertempur pantang mundur, walau beperang seorang diri. Bom, granat, petasan korek dan petasan banting ia lemparkan ke arah musuh. Pertempuran tak seimbang berakhir dengan tertawannya Komandan Mbon. Untuk sementara Arie mengurung Komandan Mbon di Kandang sapi Dudunk, sambil menunggu perintah dari Komandan Tedy.
Dari dalam kandang Komandan Mbon melihat anak buahnya sibuk indehoy dengan musuh. Tak satupun yang berusaha membebaskannya. Hany main mata dengan Brondy Cefri. Melihat hal itu hilang jiwa prajuritnya, muncul jiwa melonya. Tiba-tiba ...
"Huaaa ... huaaaaaaa ... Emaaaakkk ... tulungin Mbon, Maaaaakkk!!!! Prajurit Mbon kamfvreto sontoloyo semua Maaaaakkkk ... huaaaaa ... huaaaa," tangis Komandan Mbon meledak.
"Ihhh! Komandan koq nangis! Aneh!" ejek Shobikhul.
"Komandan koq cemen!" ejek Arya.
"Komandan koq, ngadu ke Emaknya," ledek Nano.
"Huaaaaaaa ... huaaaaaa .... Emaaaaakkk!!!!" tangis Mbon makin membahana.
Hadeh ... Mbon Mbon ..

Eebusheeehh tuh ilustrasi fotonya ampyun dah ha ha ha haaaa.... :D
BalasHapusHahaha ....
BalasHapusSesuai dengan para srikandinya yang gokil