Dropdown

Jumat, 26 Juni 2015

TIRTA KEHIDUPAN UNTUK ABAH (bag.2)



Halaman ketiga ada Dhea Day, Saeful Nak Bacty, Pncari Jati Diri, Erma Rusyani dan Mj TinxTinx, dengan kasus super galau.
Hahaha ... hahaha, tak sadar Rossi tertawa lepas melihat nama-nama temannya yang tertulis dibuku tamu.
"Rossi, silahkan masuk!" sang asisten tampan menyuruhnya masuk.
Memasuki ruang praktek mbah Ifank, Rossi dibuat mlongo persis Ayam mau nelor. Tak ada kesan seram, tak ada kemenyan, tak ada kembang selapangan. Di meja terdapat komputer, Tv, dan peralatan elektronik lainnya. Mbah Ifank dengan penampilan trendy ala brondy idolanya Hany Juwita sedang sibuk di depan laptop.
"Mbah Ifank? Maaf saya Rossi, anaknya Abah Achmad Solihin," Rossi bingung harus bagaimana.
"Ya, Saya tahu itu, mau cari tirta untuk Abah, ya?" suara mbah Ifank membuat Rossi terlena, suaranya mirip suara Afghan. Serak-serak gimana gitu ....
"I i iya Mbah, tapi Mbah koq ngga kayak Dukun?" Rossi tambah bingung.
"Hahaha, lagipula siapa bilang aku dukun? Setiap penyakit itu Allah telah ciptakan obatnya, kita wajib berikhtiar mencarinya," kata mbah Ifank sambil matanya sibuk melototin laptopnya.
"Mereka yang datang kesini, ada yang galau, ada yang patah hati obat mujarab ya dzikir, karena hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." kata mbah Ifank yang bersuara Afghan persis Abah Solihin kalau lagi ceramah.
"Tirta kehidupan itu ya tirta wudhu, bayangkan lima kali wajah kita terbasuh ditambah sholat sunah lainya itulah tirta sebagai obat," mbah Ifank menjelaskan.
Rossi hanya mlongo, laler dan nyamuk masuk kemulutnya tanpa permisi.
"Mbah lagi sibuk apa, sih?" Rossi memberanikan diri bertanya.
"Hahaha ... sssttt aku lagi buka Cerpen-ku, di group itu aku paling suka ama yang namanya Musiyem. Orangnya manis, ramah, baik hati dan tidak sombong persis puteri salju deh. Tapi kalau koment puisiku rada sableng dia, masa' aku posting puisi sedih komentnya malah ketawa," kata mbah Ifank sambil senyum-senyum membuat jantung Rossi seakan lepas bautnya.
Hadeh ... memandang mbah Ifank, Rossi teringat ayang embebnya Andro Wp. Sebenarnya Rossi sudah ingin putus saja. Rossi seorang pembalap tapi punya pacar jangankan naik motor naik sepeda saja jatuh jungkir balik. Nampaknya Ifank paham perasaan Rossi. Saat itu juga Ifank menyatakan cinlok, cinta di lokasi Pertemuan pada Rossi. Rossi senang tiada tara, lansung bergoyang sowang gaya terbaru.
"Rossi, penyebab Abahmu sering kumat ayannya karena Abah tuh naksir berat Percaya Sama Zalika tapi takut ditolak lagi," kata Ifank bersuara Afghan.
Ah ... biarlah Abah ayan yang penting aku telah cinlok sama mbah Ifank bersuara Afghan. Rossi tersenyum lupa di rumah Abahnya lagi kejang-kejang.
Wkwkwkkkkk ....
Bks, Juni 2015
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar