Adzan subuh baru saja berlalu, namun Rossi sudah bersiap dengan motornya. Wajahnya tampak diliputi kecemasan. Bum ... buuuummmm ... motornya langsung ngebut di jalan yang masih sepi. Rossi menghentikan motornya di rumah Budy Hakiki, tanpa melepas helmnya Rossi langsung mengetuk pintu berulang-ulang.
"Hadeh ... bentar! Siapa sih!" suara Budy menggerutu sambil memakai sarung.
"Bang, Abah sakitnya kambuh lagi, Bang!" suara Rossi penuh kecemasan.
"Duduk dulu sini, emang Abah Achmad Solihin kenapa? Koq perasaan ayannya sering kambuh sekarang?" tanya Budy heran.
"Waktu kemarin kambuh karena cintanya ditolak Hany Juwita, terus yang sekarang ditolak Mbak Ani Sugiharto, aduh pusing nih, Bang!" ucap Rossi pada Kakak tercintanya.
"Abang punya usul, kamu pergi ke rumah Mbah Ifank Amarta minta air, namanya tirta kehidupan. Abang denger, banyak yang sudah sembuh kalau berobat kesana," usul Budy.
Demi Abah tercinta, Rossi rela memacu motor balap hasil modifikasi odong-odong Yan Hendra. Rossi melewati lembah, mendaki gunung dan melewati rawa-rawa. Sampailah Rossi di gubuk yang sangat menyeramkan di sekitarnya nampak tengkorak kepala binatang berserakan. Pintu masuk bertuliskan "Open" waduh ... nih dukun bisa inggris juga pikir Rossi. Di dekat pintu masuk ada meja kecil taplaknya bermotif kepiting dan udang berbaris.
"Misi ... misi ... Mbah dukun Ifank Amarta, saya ada peluru eh perlu," Rossi agak gemeteran juga.
Tak lama muncul seorang berwajah tampan nan rupawan.
"Nama saya ADitya, saya Asisten Mbah Ifank, silahkan isi buku tamu dulu, ya" sapa ramah Aditya.
Rossi mengambil pulpen bergambar Hello kitty, timbul niat keingin tahuannya, siapa saja yang pernah bertamu ke sini.
Dibuka lembar pertama wew ... Dimaz Dewantara, Hersan Tosa, Budy Cahyadi Putra Ratu, Cefri D'alberqueque, Cahyo Wibowo, Nano Setyokodan Khoirul Muhtaromi dengan kasus patah hati.
Dibuka lembar pertama wew ... Dimaz Dewantara, Hersan Tosa, Budy Cahyadi Putra Ratu, Cefri D'alberqueque, Cahyo Wibowo, Nano Setyokodan Khoirul Muhtaromi dengan kasus patah hati.
Wkwkkkkk ... tak sadar Rossi tertawa sendiri.
Halaman kedua ada Hany juwita, Setia Rahmawati Numbone, Dhenok Raharjo, Puspa Andini, Sastra Dewita, Zenith Azzura dan Airi Cha dengan kasus minta jimat penolak ABG ( Aki-aki Banyak Gaya).
Wkwkwkkkkk kali ini Rossi makin tak bisa menahan tawanya.
Halaman ketiga mohon maaf penulis mau berangkat kerja dulu jadi disambung nanti sore ya ... Hihihi
Bks, Juni 2015
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar