#Akukan _jadi_malu
(Parodi wayang facebook)
Berbagai rayuan kupuisikan, berbagai fasilitas kusediakan, berbagai perhiasan kutawarkan.
Tetap saja tak mengubah pendirian Sinta Dewita.
Tetap saja tak mengubah pendirian Sinta Dewita.
Aku tak habis pikir. Apa kelebihan Dimaz Ramadhan, sehingga Sinta Dewita begitu setia. Bukankah, di desa Ayodya dia cuma seorang Lurah?
Sedang aku?
Aku adalah Prof. Rahwana Romi. Bos besar dari perusahaan kopi terbesar di Asia, PT Raja Alengka.
Aku punya rumah megah, mobil mewah, harta berlimpah. Namun kalah oleh seorang Lurah. Bagaimana aku tidak resah dan gelisah?
Aku adalah Prof. Rahwana Romi. Bos besar dari perusahaan kopi terbesar di Asia, PT Raja Alengka.
Aku punya rumah megah, mobil mewah, harta berlimpah. Namun kalah oleh seorang Lurah. Bagaimana aku tidak resah dan gelisah?
Haruskah aku ikut senam yoga di sanggar adikku Yan Hendra Wibisana?
Atau kuserahkan saja perusahaan ini pada anakku Andro Indrajit, lalu aku alih profesi jadi peternak sapi seperti adikku Dudunk Kumbakarna?
Atau kuserahkan saja perusahaan ini pada anakku Andro Indrajit, lalu aku alih profesi jadi peternak sapi seperti adikku Dudunk Kumbakarna?
Tidak!!
Aku harus dapatkan cintaku. Bagaimanapun caranya!
Kalau perlu, aku akan menculiknya!
Aku harus dapatkan cintaku. Bagaimanapun caranya!
Kalau perlu, aku akan menculiknya!
"Ih, ngopi apa melamun, Mas?" Suara Airi Cha putri Mbok Sumiyem warung kopi sebelah kontrakan mengagetkanku.
"Hi, Hi... Kalau melamun jangan kelamaan, Mas!" Ani Sugiharto bakul pecel itu ikut nimbrung.
"Nglamunin aku, ya?" Si cantik tukang jamu, Dhafitha juga ikut nanya.
"Kopinya dingin, tuh!" Zenit si tukang kreditpun ikut menimpali.
"Hi, Hi... Kalau melamun jangan kelamaan, Mas!" Ani Sugiharto bakul pecel itu ikut nimbrung.
"Nglamunin aku, ya?" Si cantik tukang jamu, Dhafitha juga ikut nanya.
"Kopinya dingin, tuh!" Zenit si tukang kreditpun ikut menimpali.
Akukan jadi malu!
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar