a
Najma tengah menyusun botol susu kedalam steamer(alat pemanas untuk mensterilkan perlengkapan makan bayi), ketika pintu kamar diketuk dari luar.
"Masuk!"
Ko Lip membuka pintu perlahan dan melongokkan wajah.
"Ada apa?" tanya Najma heran. Tidak biasanya Ko Lip mencarinya.
"Pinjam toilet," katanya sambil menunjuk kamar mandi yang tengah terpakai. Lantai dua rumah ini memiliki 5 kamar dan hanya kamar Dilan dan neneknya yang memiliki toilet tersendiri.
Ko Lip membuka pintu perlahan dan melongokkan wajah.
"Ada apa?" tanya Najma heran. Tidak biasanya Ko Lip mencarinya.
"Pinjam toilet," katanya sambil menunjuk kamar mandi yang tengah terpakai. Lantai dua rumah ini memiliki 5 kamar dan hanya kamar Dilan dan neneknya yang memiliki toilet tersendiri.
"Heran, kenapa bukan toilet ibunya yang dipinjam," gerutu Najma dalam hati.
"Sebentar saya turun Ko, tapi jangan berisik ya, Dilan bobo."
"Ok."
"Sebentar saya turun Ko, tapi jangan berisik ya, Dilan bobo."
"Ok."
Najma turun sementara Ko Lip ada menggunakan kamar mandi.
"Sekalian makan,"gumam Najma, sembari menuruni tangga. Taman bawah tangga yang gelap membuat dapur terlihat jelas dari balik kaca. Beberapa orang tengah makan bersama termasuk Wati dan Mira. Najma bergegas menghampiri.
"Dilan sudah tidur?"tanya Wati, melihat Najma datang.
"Sudah."jawab Najma. Tapi tiba-tiba, terdengar suara dari monitor yang dibawa Najma. Gubraaakk!
"Cepet periksa, mungkin kebentur box. Dilan sudah rusuh bobonya,"kata Wati lagi.
"Itu dari kamar mandi. Ko Lip pinjam toilet." Semua saling pandang.
"Sudah."jawab Najma. Tapi tiba-tiba, terdengar suara dari monitor yang dibawa Najma. Gubraaakk!
"Cepet periksa, mungkin kebentur box. Dilan sudah rusuh bobonya,"kata Wati lagi.
"Itu dari kamar mandi. Ko Lip pinjam toilet." Semua saling pandang.
Cie Eng yang duduk agak jauh nampak tersenyum sinis.
"Semua nanny baru di sini didekati sama Lip. Tidak tahu apa maksudnya,"katanya acuh seolah pada diri sendiri.
"Benarkah?"tanya Najma memandang tak percaya pada Wati dan Mira. Keduanya menggangguk bersamaan.
"Tapi tidak lama kok, terus biasa lagi. Aku sih seneng aja didekati Ko Lip yang ganteng itu," kata Mira dengan mata berbinar.
"Ihh!" semua kompak bergidik. Najma terbengong memikirkan sesuatu.
"Ihh!" semua kompak bergidik. Najma terbengong memikirkan sesuatu.
Najma naik kelantai dua, tetapi tidak langsung masuk kekamar. Duduk termenung dikursi teras sampai tidak menyadari Ko Lip sudah duduk di sampingnya.
"Lama sekali. Lip mau tidur takut Dilan bangun," kata Ko Lip mengagetkan Najma.
Najma tidak menjawab, hanya mengangkat tinggi monitor yang dibawanya.
"O,tahu begitu tadi ditinggal aja," gumam Ko Lip.
Najma tidak menjawab, hanya mengangkat tinggi monitor yang dibawanya.
"O,tahu begitu tadi ditinggal aja," gumam Ko Lip.
Lama berdua terdiam dalam pikiran masing-masing.
"Apa yang bunyi tadi?"
"O, shawer lepas."
"Saya harap tidak sering pinjam toilet di kamar Dilan."
"O, shawer lepas."
"Saya harap tidak sering pinjam toilet di kamar Dilan."
Ko Lip diam, lalu katanya, "Lip tadi mau panggil kamu naik, sudah selesai pakai toilet, tidak sengaja dengar kalian ngobrol."
Najma tertegun, dan suasana jadi tegang di antara keduanya.
"Maaf."
"Tidak perlu. Dulu Lip punya nanny muslim. Lip ingat betul karena diasuh lama hingga menjelang SMP." Tidak disangka Ko Lip mau berkisah. Najma diam menjadi pendengar yang baik.
"Tidak perlu. Dulu Lip punya nanny muslim. Lip ingat betul karena diasuh lama hingga menjelang SMP." Tidak disangka Ko Lip mau berkisah. Najma diam menjadi pendengar yang baik.
" Lip penasaran dengan islam, bukan hanya karena nanny. Mami dulunya dari keluarga muslim, tapi masuk katolik ketika menikah dengan Papi, dan diboyong ke Australi. Bahkan Mami tidak keberatan Lip belajar islam biarpun beragama katolik."
Ko Lip mengakhiri kisahnya dan menatap Najma.
"Dari semua muslim yang Lip kenal, dan Lip dekati, cuma nanny Dilan yang perilakunya mirip nanny Lip dulu. Bahkan Santi, pacar Lip, seorang penganut islam yang modern."
Diwaktu berikunya, Ko Lip dan Najma pun menjadi seperti teman.
Bersambung ke episode 7: Intrik dan dikambing hitam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar