"Nanny Dilan!" panggil Lea bos Najma sambil mengangsurkan selembar kertas. "Jadwal Dilan minggu ini," sambungnya.
Usia Dilan kini telah lewat tiga bulan. Telah mengikuti jadwal keluar orang tuanya. Najma membaca catatan yang diberikan padanya.
"Minggu pagi ikut ke Hiyat Hotel?" gumam Najma.
Ternyata akhir pekan mereka isi jalan bareng keluarga besar. Hiyat Hotel adalah dimana mereka tergabung dalam sport club. Para bapak olahraga di gym, sementara para istri mengikuti bimbingan yoga. Semua anak-anak dan nanny dibawa. Para bos membawa sendiri mobil masing-masing. Sopir pribadi semua libur.
"Le, kita berangkat dulu aja sama Mattiew, Dilan daddy jemput agak siang nanti,"kata ayah Dilan pada istrinya, tadi pagi. Jadilah Najma tidak perlu terburu-buru, masih banyak waktu.
Najma, telah siap menunggu jemputan dengan tas perlengkapan besar di punggung dan menggendong Dilan. Mobil ayah Dilan masuk kehalaman. Najma buru-buru mendekat. Pak Yoonn ayah Dilan turun dan mengambil tas Najma untuk dimasukkan ke dalam mobil, lalu membuka pintu belakang mobil untuk Najma.
Mobil berjalan perlahan diiringi musik yang mengalun lembut.
"Dilan ... ,mana anak daddy?" kata Pak yoon sambil mengulurkan tangan kebelakang. Najma berinisiatif menggeser duduk ke tengah hingga Pak Yoon bisa menyentuh putranya. Tapi rupanya Pak Yoon tidak benar-benar ingin bercanda dengan Dilan. Sekalipun kaki Dilan dapat disentuh, tangannya tetap meraba-raba hingga sampai ke kaki Najma bagian atas. Najma menyadarinya dan menimpakan tubuh mungil Dilan ketangan nakal tersebut. Pak Yoon segera menarik tangannya dan kembali menyetir mobil dengan dua tangan.
"Nanny, apa kau punya pacar?" tanya Pak Yoon dengan santai sambil berdendang.
"Saya tidak pacaran, Pak," jawab Najma yang kini telah bergerak menjauh dari jangkauan Pak Yoon.
"Sayang sekali. Padahal kau begitu manis. Lebih cantik dari pada pacar Ko Lip," katanya sambil mengedipkan mata nakal. Najma tidak menanggapinya hingga sampai ke tempat tujuan.
Hari Senin, aktifitas kantor kembali dimulai. Jam delapan pagi, ketiga sopir pribadi datang menjalankan tugas. Seperti biasa Najma membawa Dilan kebawah dan menempatkannya dalam kereta dorong. Ayah dan ibu Dilan ingin sarapan sambil menggoda bayi mungilnya.
Najma melihat-lihat ke halaman sambil menunggu waktunya mengambil Dilan kembali setelah orang tuanya selesai sarapan. Rupanya Mira,nanny yang tinggal di kamar bawah juga sedang melakukan hal yang sama. Rian, bayi asuhannya yang empat bulan lebih tua umurnya dari Dilan juga sedang bersama ayah dan ibunya di ruang makan. Tapi ada yang membuat Najma tertegun. Mira yang sedang mengobrol dengan Pak Sopyan sopir bosnya tampak berekspresi berbeda. Cerah dan berlagak malu-malu. Sesekali tangan Pak Sopyan berwisata ke pinggang Mira. Dengan jengah Najma segera berlalu dari halaman.
Bersambung ke: Tingkah lucu para pria dalam istana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar