Dropdown

Sabtu, 16 Mei 2015

NANNY (BAG.2)

a


Menyambut Tangan Yang Mungil
Najma memasuki sebuah kamar dan meneliti sekeliling. Sebuah box bayi, meja perawatan bayi dengan kasur kecil di atas dan laci-laci di bawahnya mengisi kamar itu. Terdapat tempat tidur ukuran single di pojok ruangan. Kesanalah Najma mengayunkan langkah dan menghempaskan diri sejenak, sambil tetap meneliti sekeliling kamar.
Najma membongkar kopernya dan menyusun barang pribadi di sebuah lemari pakaian di belakang pintu. Terdapat lorong di sampingnya yang ternyata mengarak ke kamar mandi. Najma menarik sebuah buku kecil dan sebuah pena dari saku koper sebelum mendorongnya kepojokan supaya terlihat rapi. Setelah dirasa beres, Najma beranjak dan duduk di pinggir tempat tidur, lalu mengisi buku yang dipegangnya. Buku ini adalah sarana untuk membuat laporan harian pekerjaannya agar bos nanti bisa ikut memantau keadaan putra ataupun putrinya.
Sore selepas mandi Najma turun kebawah. Ruang asisten rumah tangga yang ditujunya. Najma disambut beberapa orang dengan senyum. Didekatinya mereka dan mengulurkan tangan untuk menjabatnya satu persatu. Ada tiga orang asisten rumah tangga, dua orang nanny seperti dirinya, seorang penjaga keamanan rumah, dan seorang lagi yang menyambut Najma kurang ramah. Dia menyendiri dipojokan saat menonton televisi bersama dan memiliki kamar terpisah. Diketahui belakangan dirinya adalah pengurus rumah tangga yang bertanggung jawab pada semua urusan dirumah itu termasuk para asisten rumah tangga.
"Makan Sus, ambil sendiri dimeja itu. Saya yang masak untuk kita-kita," kata seorang dari mereka yang baru dikenal Najma bernama Ima. Diantara mereka, nanny dipanggil dengan sebutan 'suster' di depan namanya.
Najma duduk menggabungkan diri ikut menonton televisi sambil mengobrol.
" Mbak Ima ini jago masak, masakannya enak," kata Wati yang ternyata nanny dari Mattiew anak pertama Lea. Dan nanny seorang lagi adalah milik adik Lea yang tinggal di kamar bawah di belakang ruang tamu.
Ditengah asyiknya menonton, tiba-tiba sedikit gaduh. Ternyata para tuan rumah yang bekerja baru pulang. Tiga buah mobil masuk halaman. Pak satpam sibuk membuka pagar dan mengatur parkir mobil. Ruang TV yang merupakan lorong masuk membuat mereka yang sedang menonton segera beringsut memberi jalan.
Sepasang suami istri yang tinggal di kamar bawah, lewat begitu saja. Diikuti seorang bapak muda yang ternyata suami Lea yang lewat sambil menebar senyum. Kemudian seorang wanita tua namun cantik, yang ternyata nyonya besar dirumah itu, masuk dan tersenyum. Langkahnya terhenti saat melihat Najma.
"O, nanny baru Lea sudah datang? Yang betah ya," katanya ramah yang disambut anggukan kepala oleh Najma. Terakhir masuk adalah seorang lelaki muda nan tampan bagai artis. Najma tersenyum geli melihat para wanita yang ada nampak salah tingkah.
"Hallo," sapanya ramah.
"Ko Lip, sudah pulang?" Sapa mereka hampir bersamaan.
Orang yang dipanggil Ko Lip adalah bungsu di keluarga itu. Masih lajang dan berkepribadian baik. Keluarga itu sangat menghargai orang-orang yang bekerja di rumahnya. Bahkan Lip tidak segan bercanda dengan mereka, hingga menjadi idola dalam rumah. Konon kekasih Lip yang datang kerap dijahili oleh mereka, sebagai bentuk kecemburuan. Lip menghadapinya dengan santai.
Tida hari sejak kedatangan Najma, lahirlah bayi mungil laki-laki yang diberi nama Dilan. Najma menerima Dilan yang diangsurkan oleh ibunya di dalam kamar.
"Asuh baik-baik, segera lapor kalau ada yang tidak beres. Untuk kebutuhan yang diperlukan, tulis di kertas, berikan pada saya. Mengerti?."
"Ya, Non Lea."
Hari-hari Najma mulai sibuk. Najma turun hanya saat perlu makan dan perlu bantuan seseorang untuk menitipkan Dilan diwaktu darurat seperti perlu kekamar kecil. Tidak ada lagi waktu ngobrol-ngobrol dan saling bertukar cerita. Kecuali dengan Wati yang juga tinggal di lantai atas.
Bersambung ke: Transaksi antar pekerja

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar