Dropdown

Jumat, 15 Januari 2016

CARA PENULISAN DIALOG

Oleh: Linda Puspita Sari

1. Dasar penggunaan tanda baca dalam dialog dibuka dan diakhiri dengan tanda petik (” … “).
2. Tanda baca dalam dialog :
~ Untuk dialog sifatnya pertanyaan, gunakan tanda tanya (?).
Contoh :
(a). "Kapan kamu mau bayar?"
~ Untuk dialog deklaratif / pernyataan (menyampaikan fakta atau opini), akhiri dengan tanda koma (,) atau tanda titik (.) tergantung pada lanjutan dialog tersebut.
Contoh :
(b). "Aku harus pulang."
NOTE : Biasanya, setelah atau sebelum dialog ada frase pelengkap seperti (kata Katy), (tukas Mira), (pekik Henry), (Mira berkata) dll.
Frase pelengkap ini disebut dialog tag. Nah, dialog tag ini akan mempengaruhi tanda baca yang digunakan untuk mengawali atau mengakhiri dialog deklaratif (kalimat pernyataan).
~ Dialog tag terletak setelah dialog.
Contoh :
(c). “Kemarin Dian nggak pulang,” kata Katy.
Frase (kata Katy) disebut dialog tag atau frase yang mengikuti dialog yang berfungsi untuk menginformasikan identitas si pengucap dialog pada pembaca. Dialog tag terletak di akhir dialog, maka akhiri dialog dengan tanda (,) lalu petik tutup (") diikuti satu spasi dan menulis dialog tag yang diawali dengan huruf kecil. (Kecuali nama orang).
~ Dialog tag ada sebelum dialog.
Contoh :
(d). Katy berkata, “Kemarin Dian nggak pulang.”
Frase (Katy berkata) pada kalimat di atas ialah dialog tag yang mengawali dialog. Setelah dialog tag beri tanda (,) lalu spasi dan baru menulis dialog yang diawali dengan huruf besar Setelah itu dialog diakhiri dengan tanda (.).
NOTE :
Ingat bahwa tanda baca yang mengakhiri dialog harus diletakkan sebelum tanda petik penutup.
Kadang ada beberapa frase yang disalahartikan sebagai dialog tag.
Contoh :
(e). “Kemarin Dian nggak pulang.” Katy menatap ibunya.
Kalimat seperti (Katy menatap ibunya) BUKAN dialog tag. Kalimat tersebut ialah kalimat yang dipakai untuk mendeskripsikan aktivitas Dian yang lain sambil mengatakan dialog tsb.
Dialog diakhiri dengan tanda (.) dan dialog tag diawali dengan huruf besar.
(f). Katy menatap ibunya. “Kemarin Dian nggak pulang.”
Kalimat sejenis (Katy menatap ibunya) pada contoh (f) juga bukan dialog tag.
Akhiri dialog tag dengan tanda (.). Awali dialog dengan huruf besar dan akhiri dengan tanda (.).
3. Dialog tag di antara dua dialog.
~ Ada saatnya, dialog tag diletakkan di antara dua dialog yang masih diucapkan oleh orang yang sama.
~ Akhiri dialog pertama dengan tanda (.) untuk kalimat deklaratif
~ Akhiri dialog tag dengan tanda (.), baru setelah itu tuliskan dialog ke dua.
(Jangan lupa, dialog ke dua diawali dengan huruf besar.
Contoh :
(g). “Kemarin Dian nggak pulang,” kata Katy. “Kamu tau dia ke mana?”
~ Beda lagi apabila kedua dialog itu sebenernya nyambung, tapi terpisah oleh dialog tag. Biasanya ini menandakan bahwa ada jeda / pemotongan dalam pengucapan kalimat tersebut.
Contohnya seperti dialog di bawah ini :
(h). “Tapi,” kata Dian, “kamu yakin dia mau?”
Apabila kasusnya seperti itu maka gunakan tanda (,) setelah dialog pertama, lalu menulis dialog tag yang diawali dengan huruf kecil. Akhiri dialog tag dengan tanda (,) dan menulis dialog ke dua dengan menggunakan huruf kecil. Hal ini dikarenakan dialog kedua sebenarnya masih merupakan bagian / masih satu kalimat dengan dialog pertama.
4. Kalimat terputus
Contoh :
(i). “Aku ... tidak tau lagi.”
Dipakai untuk pengucapan dialog yang diulur gunakan tanda ellipsis ( ... ).
(j). “Aku lelah ....."
Jika tanda ellipsis muncul di akhir kalimat, tambahkan 1 tanda titik untuk mengakhiri kalimat.
(k). “Aku lelah ...," keluh Tom.
Jika tanda ellipsis muncul di akhir kalimat, dan diikuti oleh dialog tag, maka tambahkan tanda koma.
5. Kutipan dalam dialog
Ada juga situasi yang mengharuskan kita mengutip kalimat orang lain dalam dialog.
Contoh :
(l). “Tadi aku ketemu dia di jalan, dia cuma bilang, ‘Hai, Mita!’ dan langsung pergi.”
Saat mengutip perkataan orang lain dalam sebuah dialog, gunakan tanda petik tunggal (‘…’) sebelum dan sesudah kutipan tsb.
(l) “Seperti kata ayahku, ‘Hidup itu sederhana.'”
: Jika tanda petik tunggal (‘) dan tanda petik dua (“) letaknya berdampingan.
6. Kata sapaan dalam dialog
Nah, yang terakhir yaitu penggunaan huruf besar untuk kata sapaan.
Contoh :
(m) “Jangan pergi, Bu!” Toni memohon pada ibunya.
n) “Saya hanya ingin membantu Anda.”
Setiap kata sapaan yang ditujukan secara langsung pada lawan bicara si pengucap dialog harus diawali dengan huruf besar, seperti kata “Bu” di (l). Selain itu, sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “Anda” juga harus selalu diawali dengan huruf besar.

Salam pena kreatif!

3 komentar: