SELEMBAR MIMPI
Oleh : Sastra Dewita
Dalam setangkup roti
Kulayahkan manisnya mimpi
Bersama segelas susu
hari ini kugapai hati
Pada tangis yang kau hadirkan tadi
Kulayahkan manisnya mimpi
Bersama segelas susu
hari ini kugapai hati
Pada tangis yang kau hadirkan tadi
Ada yang hilang dan berganti
Seperti bulir gandum yang lekat dan gugur
Dituai musim yang menggantang kabut
Dan pada setangkup roti itu terbayang kembali selembar mimpi
Seperti bulir gandum yang lekat dan gugur
Dituai musim yang menggantang kabut
Dan pada setangkup roti itu terbayang kembali selembar mimpi
Segigit kutelaah pasti
ada manis yang tergigit
Walau tepian memahit mengeras sebagai sisi
Selayak hidup yang tertukil tak abadi
Manis pahit pembatas hanyalah selapis ari
ada manis yang tergigit
Walau tepian memahit mengeras sebagai sisi
Selayak hidup yang tertukil tak abadi
Manis pahit pembatas hanyalah selapis ari
Kini setangkup roti kulumat dalam geliat basahnya liur
Seperti selembar mimpiku yang ingin tercampakkan pada putaran waktu
Menjadi harap yang kutahu hanyalah semu.
Seperti selembar mimpiku yang ingin tercampakkan pada putaran waktu
Menjadi harap yang kutahu hanyalah semu.
Bumi Andalas,
NK.2015.7.8
NK.2015.7.8

Tidak ada komentar:
Posting Komentar