Sekarang kita akan mengintip kelas B, yang pasti sudah terbayang kelas dengan anak yang imut-imut, manis dan ceria.
Nah ... Itu murid TK Aruna Tosa sudah datang, dengan memakai tas Batman tempat minum bergambar Dora. Nano Setyoko juga sudah datang sambil ngemut buah sawit. Zenith Azzura datang diantar harimau belang. Nano dan Aruna takut bukan kepalang hingga tak sadar mereka berpelukan.
Percaya Sama Zalika datang penuh ceria sambil nyanyi tokek di dinding.Mj Tinx dengan menenteng tas Hello Kitty mengejar Zalika. Khoirul Muhtaromi mungkin murid TK paling kalem, berjalan masuk kelas dan langsung duduk manis.
Cepi Rahmat datang diantar mamanya, ia langsung duduk di sampin Khoirul.
Wah ... murid yang manis-manis, ya ....?
Nah ... Itu murid TK Aruna Tosa sudah datang, dengan memakai tas Batman tempat minum bergambar Dora. Nano Setyoko juga sudah datang sambil ngemut buah sawit. Zenith Azzura datang diantar harimau belang. Nano dan Aruna takut bukan kepalang hingga tak sadar mereka berpelukan.
Percaya Sama Zalika datang penuh ceria sambil nyanyi tokek di dinding.Mj Tinx dengan menenteng tas Hello Kitty mengejar Zalika. Khoirul Muhtaromi mungkin murid TK paling kalem, berjalan masuk kelas dan langsung duduk manis.
Cepi Rahmat datang diantar mamanya, ia langsung duduk di sampin Khoirul.
Wah ... murid yang manis-manis, ya ....?
"Selamat pagi, anak-anak?" bu guru Sutini Tini menyapa muridnya.
"Selamat pagi, Bu Guruuuuuuuuuuu!" jawab anak-anak kompak.
"Kita belajar mengenal huruf-huruf ya anak-anak," Bu Sutini mengambil gambar huruf.
Mungkin, kita akan membayangkan anak-anak ini akan memperhatikan Bu guru?
Lihatlah ...
Lihatlah ...
"Aduh, Aruna! Kenapa bawa hp ke sekolah?" Bu Sutini menegur Aruna yang sibuk selfie dengan Zurra.
"Bu, aku kan hobby selfie, aku ngga mau sekolah kalau dilarang bawa hp ih!" jawab Aruna sambil terus selfie.
Bu Sutini hanya bisa geleng-geleng melihat ulah Aruna. Sementara di bangku belakang Nano sibuk menghitung buah sawit yang dibawanya.
"Nano, masukan ke dalam tas dulu ya sawitnya, kan kita mau belajar huruf!" Bu Sutini dengan menahan kesal menegur Nano.
"Ahh! Bu guru nih! aku kan calon pengusaha sawit, jadi harus pandai menghitung sawit, Bu!" jawab Nano sambil terus menghitung sawitnya.
Di bangku depan Zalika malah ngepang rambut Mj Tinx, tak lupa diikat dengan pita pink. Kemudian mereka mengeluarkan boneka barbie dan mulai sibuk bermain.
"Zalika, Mj! Simpan dulu ya mainannya nanti pulang sekolah baru boleh main barbie!" Bu Sutini dengan suara menahan emosi menegur dua muridnya.
"Bu guru, kalo di rumah kita ngga bisa main di recokin sama Airi Cha dan Hany Juwita, kalo di kelas kan ngga ada mereka," jawab Zalika.
Aduuuuuhhhh ... Bu Sutini menempelkan koyok cap seribu cabe di dahi karena tak kuat menahan emosi. Harapannya tinggal tertuju pada Khoirul dan Cepi. Dilihatnya dua muridnya itu sedang belajar huruf, yah ... Inilah murid yang tekun. Bu Sutini menghampirinya.
"Khoirul lagi belajar menulis, ya?" tanya Bu Sutini ramah dan penuh kasih sayang.
"Iya, Bu guru,"
"Wahh ... bagus, boleh ibu lihat nulis apa,"
"Nulis ini, Bu," jawab Khoirul sambil menunjukkan tulisannya yang walau masih kayak cakar ayam tapi bisa terbaca, isinya, "Aku cinta Sastra Dewita anak kelas A,"
Bu Sutini langsung berkunang-kunang pusing tak terkira.
Bu Sutini langsung berkunang-kunang pusing tak terkira.
"Bu Guru mau lihat tulisan Cepi, ngga?" tanya Cepi.
"Ya, mana Cepi,"
Cepi menyodorkan tulisannya isinya: "kita putus Rumman Ahmar"
Bu Sutini tanpa banyak kata lagi, ia keluar kelas dengan niat ingin mengundurkan diri. Tak tahan dengan ulah murid-muridnya

http://www.agensabungayam.com/
BalasHapus