Dropdown

Sabtu, 30 Mei 2015

Malam Pertama

Karya:Airi Cha

Akhirnya, setelah berusaha setengah abad dan setengah gila. Hany Juwita yang tergabung dalam duo Pluto, berhasil menyandera hati Yan Hendra, dan di tambatkan pada pohon tomat Dudunk. Yan menduda semenjak ditinggal hidup istri nge Te Ka We.

Karena kegigihanya setiap hari nongkrong di bawah pohon tomat,  Dudunk dan Joele merasa kasiman. Mereka menerima Hany sebagai calon istri abah. Namun dengan satu syarat, nggak boleh ada pesta yang bisa mengakibatkan Joele menjadi korban, tumbal kebahagiaan abah.
Sementara Mbak Musi nangis bombay datang ke rumahku.

"HUHUHU ... " tangisnya pilu memecahkan kaca jendela dan anak telinga.
"Napa, Mbak?" tanyaku pake sedikit aja khawatir.
"Dudunk dan Joel, nggak milih aku sebagai EMATIR!" serunya pilu.
"EMATIR apaan, Mbak?" tanyaku.
"Emak tiri, Cha." jelasnya sambil jilat ingus.
"Yang ihklas, Mbak." Aku coba menenangkanya.
"Masalahnya aku sampe belah celengan Semarku buat beli Bred Fit!"
"Siapa lagi Bred itu, Mbak?" tanyaku binggung.
"Sapi jantan, buat pasangan Joel, Cha!" sewot Mbak Musi.
"Oalaaaa ...."
Seminggu setelah itu, kampung Cerpen_Ku di ramaikan oleh pesta pernikahan Yan dan Hany, perawan tetangga selemparan batu. Pesta diadakan ala kadar dan ala sadar. Hanya ada lalapan sawit, sumbangan dari Nano Setyoko, sebanyak tiga kontainer. Mangga seratus karung persembahan Musi, walau dengan hati hancur seperti digilas odong-odong. Sementara, Khusni Yakob mengirimkan sepuluh truk pepaya segar, sebagai pencuci mulut. Sempat terpikir olehku, ini pesta perkawinan atau acara rujakan, ya? Ada juga sate bekicot, sajian Dimaz Dewantara dan Khoirul Muhtaromi. Hasil ngembat dari empang tetangga.
Sementara, sebagai partisipasi aku dan yang lainya hanya sumbing hihihi sumbang doa. Bukan pelit, ntar kalau kebayakan yang nyumbang manten jadi keenakan, nggak mau keluar modal.
Hari berganti senja dan malam pun tiba. Para undangan sudah pada pulang. Selayaknya pengantin baru, Hany sudah stanbay di kamar pengantin. Tak lupa minum ramuan Madura pemberian Musi. Rumah terlihat sunyi, Dudunk mungkin ngungsi ke kandang Joel. Sepasang pengantin terlihat malu meong duduk di sisi ranjang.
"Hanhan!" sapa Yan. Hany senyum ngulum gundu.
"Anu, anu,anu!"
"Anu apa dan anu siapa, Bang?" tanya Hany binggung.
"Anu, Abang grogi." Yan tersapu-sapu.
"Sama, Bang!" seru Hany meong.
"Kalau begitu kita pemanasan dulu, yuk!"
"Gimana caranya, Bang?" tanya Hany lugu.
"Kita main loncatan di kasur."
"Oke!" sahut Hany senang.
Dengan semangat mereka berdua berloncatan di atas kasur yang masih baru dan empuk.
Tiba-tiba ...
"Kreekkk ... gudubrrraakkk!" Ranjang pengantin ambruk. Berbarengan dengan itu ....
"Adaaauuu ... moeeehh!"
Yan dan Hany saling pandang. Tak lama kepala Dudunk nyembul dari kolong ranjang, di susul Musi dan Joel.
Tiga mahluk luar biasa ini, cengengesan sembari ngelus jidat mereka yang jendol sebesar buah salak.
"Apa alasan kamu ada di bawah ranjang, Dunk?" bentak abah sewot..
"Pengen belajar, Bah. Biar nanti kalau ada jodoh sudah mahir." jawab kerbau Dudunkmalu-malu.
"Dan kamu, Yem?" sentak Yan.
"Nemani Dudunk, agar ntar belajarnya tidak sendirian." Tersapu-sapu Yem menjawab.
"Dan lantas kamu, Joel? Jangan katakan ...?"
"Moeeh ... meoh ... moooeeehhhh!" Coba buka kamus.
"Biar pinter, Bah. Ntar mas Dunk ngak repot-repot lagi buat ngajari."
"Waduh!" Yan pusing tujuh turunan sembilan tikungan mendengar pengakuan Joel. Belum lagi Yan sempat menarik nafas ....
"Krek, kreeekk, kreeeekkk, gdubbrraaakkk!"
"Siapa lagi itu!" hardik Yan galak.
"Kuciiiinnnggg ... meeooonngggg!" Terdengar suara dari luar seperti jamaah sholat Jum'at.
"Kuciiinggg ...!" Sahut Yan, Hany, Dudunk dan Musi mengalahkan jamaah sholat Subuh.
Sementara di luar terlihat, Nano, Khusni, Dimaz, Khoirul, Achmad Solihin,Zenith Azzura, Sastra Dewita, Dhafitha Linda Nur Azizah, Senja Kelabu, Mj Tinx, Dhenok Raharjo Adji Purnomo Bae Shopya Rangganizer, berlarian kocar-kacir. Tunggang-langgang sampe nungging balik, karena aksi mereka ketahuan. Apes dah.

Bilik Ku, 300515.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar