Salah sangka adalah keliru atau salah menduga. Salah sangka kadang berakhir lucu tapi juga kadang berakhir pertengkaran. Tak jarang menjadi salah paham yang berkepanjangan efeknya cari dukungan untuk pembenaran atas pendapatnya. Untuk mengatasi kita harus mencari tahu dan menganalisa mana yang benar dan yang mana dusta. Waduh ... gaya dah. Seperti contoh dibawah ini.
Yan Hendra sudah lama bersahabat dengan Nano Setyoko bahkan mereka berjanji bila anak-anak mereka besar akan dijodohkan. Setelah anak-anak mereka dewasa Nano dan Yan teringat akan janji mereka dulu.
Yan memanggil Dudunk Sakelan putera tertuanya, dan menceritakan perjanjian antara dirinya dengan Nano.
Yan memanggil Dudunk Sakelan putera tertuanya, dan menceritakan perjanjian antara dirinya dengan Nano.
"Dunk, gimana mau ngga kamu ama anaknya Pak Nano?" tanya Yan sambil goes odong-odongnya.
Setahu Dudunk anak mas Nano itu kan Airi Cha, gadis tomboy yang temenan sama Tarzan, kemana-mana bawa ketapel dan hobby manjat pohon. Pohon melon juga dipanjatnya. Nah kalau aku pacaran sama Airi gimana mau romantis, aku kan ngga bisa naik pohon, cuma bisa naik sapi, ah ... Ngga banget deh. Terus yang kedua Zenith Azzura yang ini lebih parah kemana-mana ditemenin Macan, lah ... gimana mau mesra bisa-bisa aku dicaplok tanpa dimasak.
"Ngga ah pap, anaknya serem-serem kasih Andro Wp aja lah," jawab Dudunk langsung pergi ke kandang sapi.
"Dunk! sini dululah, bener nih kamu ngga mau? ntar nyesel loh," Yan berlari mengejar Dudunk ke kandang sapi.
"Yakin pap, mending aku sama musiyem biar gitu-gitu dia baik hati, ngga sombong, jujur, penyabar dan imut, kayak putri salju deh dia," Dudunk menjawab sambil membelai sapinya.
"Ya sudah kalau begitu kamu tanda tangan surat pernyataan bahwa kamu ngga akan nyesel, dan papa akan menjodohkan adikmu Andro dengan anak Nano." kata Yan sambil mengeluarkan kertas bermaterai 100 ribu.
Tanpa pikir panjang Dudunk langsung tanda tangan diatas materai plus cap jempol biar afdol.
Akhirnya Yan, Dudunk dan Andro datang ke rumah Nano untuk melamar salah satu puterinya untuk Andro. Di depan rumah Nano nampak Zurra sedang bermain dengan macan belang. Sementara Airi nangkring di atas pohon nangka sambil memegang ketapel.
"Hadeh, nih waktu hamil emaknya ngidam apa ya, punya anak parah semua" bisik Dudunk ke Andro.
Yan langsung menjewer kuping Dudunk pakai tang.
Yan langsung menjewer kuping Dudunk pakai tang.
"Assalamualaikum," Yan menberi salam.
"Waalaikum salam, cari Papi Nano ya? masuk aja udah ditunggu tuh," jawab Zurra sambil memeluk macannya.
Singkat cerita perjodohan berlanjut, namun tidak seperti yang Dudunk duga, ternyata Nano masih punya anak satu lagi yang selama ini membuka usaha di kota Padang.
Dan begitu diperkenalkan Dudunk hampir mati berdiri anak Papi Nano sangat cantik jauh dari musiyem si puteri salju.
Dan begitu diperkenalkan Dudunk hampir mati berdiri anak Papi Nano sangat cantik jauh dari musiyem si puteri salju.
"Perkenalkan ini sulung saya, namanya Sastra Dewita yang telah kita sepakati di jodohkan dengan Andro," Nano memperkenalkan puterinya.
Andro tampak bahagia sementara Dudunk kejang-kejang ayannya kumat.
"Papa, aku mau deh dijodohin," rayu Dudunk setelah sadar dari ayannya.
"Ya berarti tinggal pilih Airi atau Zurra," jawab Yan santai.
"Papa, sama Era aja pap," Dudunk merayu.
Tanpa banyak bicara Yan menempelkan surat pernyataan bermaterai 100 ribu di jidat Dudunk. Dan ... seketika ayannya kumat lagi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar