Dropdown

Minggu, 10 Mei 2015

Gosip

Gosip adalah kabar burung yang bisa benar bisa juga tidak. Kita asyik bila bergosip dan tak pernah memikirkan perasaan orang yang kita gosipin. Dengan sedikit bumbu gurih, manis bahkan pedas gosip makin hot makin banyak peminat.
Gosip bertemanan dengan hasud, iri, dengki ujung-ujungnya ketemu deh sama fitnah, padahal fitnah lebih kejam dari pembunuhan ... Wuih serem dan kejam kan?
Tapi sssssstttt ... tahu ngga ternyata Airi Cha ada main sama Sastra Dewita, Aduuuhh parah emang, Airi cewek jadi-jadian itu ternyata ada skandal hot sama Era.
Tiap hari Airi datang saat salon Era masih sepi, pulangnya saat salon juga sudah sepi. Terus dua makhluk sejenis itu bergandengan ... Wow!!!
Nano Setyoko sibuk mengintai di atas pohon asem, untuk memperhatikan gerak-gerik mereka, kemudian melaporkan kepada Dudunk Sakelan. Dudunk sang wartawan tabloid gosip lokal mulai sibuk menulis berita.
Esoknya, Nano dengan semangat full meminjam sepeda onthel Yan Hendra untuk membeli tabloid gosip hasil pengintaiannya ... Namun hampir pingsan tapi ngga jadi melihat berita yang ditulis Dudunk. " Nano setyoko juragan sawit dari Sampit, terlibat skandal dengan tukang odong-odong Yan Hendra"
Dengan hidung berasap, kuping berasap tanduk numbuh di kepalanya, Nano menyeret Dudunk yang sedang sibuk dengan sapinya.
"Dunk! Gila luh! Masa jadi gue yang lu
gosipin! Kan rencananya Era ama Airi?" Dada Nano berdegub menahan emosi tingkat tinggi.
"Wah, maaf Mas Nano, ternyata Airi ke salon Era bukan karena ada skandal, tapi Airi lagi belajar dandan, katanya sih biar ditaksir penghulu," Dudunk dengan santai menjelaskan.
"Tapi koq jadi gue! Dasar semprul lu, kan eyke jadi malu," emosi Nano masih di ujung ubun-ubun.
"Ya ... daripada ngga ada gosip nanti tabloid saya ngga laku, eehhh ... saya bikin gosip Mas Nano sama Bang Yan, tabloid saya laris manis, ludes Mas," jawab Dudunk sambil ngibrit melihat Mas Nano mengeluarkan clurit, ia yakin Mas Nano hendak menyolek body gempalnya dengan clurit.
Mas nano bingung melihat Dudunk lari tanpa ada yang mengejar. Mas Nano mencongkel biji cabe yang nyelib di giginya dengan clurit. Hadeh ... harap maklum Nano kan jawara jago silat ...
Hihihi gosip ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar