Dropdown

Minggu, 10 Mei 2015

RINDU EMAK



RINDU EMAK
Oleh Dudunk Sakelan
SELFI, seorang bocah yang masih duduk di banku TK, selalu bersedih. Rindu pada emaknya yang bekerja di Hong Kong. "Kita susul yuk Yah, ke Hong Kong," ujarnya pada suatu hari.
Ayahnya mengacak-acak sayang rambut putri semata wayangnya itu. "Sabar ya, Sel. Beberapa bulan lagi emakmu sudah akan pulang," ucapnya sambil meneteskan airmata. Soalnya si Ayah, rindu juga. Rindunya sudah berkarat malah.
"Tapi Selfi maunya ketemuan sekarang, Ayah." Selfi mulai merajuk. "Ya, Yah. Kita susul, ya?"
Ayahnya tersenyum. "Sel, Hong Kong itu jauh. Ayah nggak punya ongkos."
"Si Joele aja digadein, Yah? Uangnya buat ongkos pergi ke Hong Kong."
"Hihihi, jangan dong, kasihan. Lagi pula belum tentu Joele-nya mau."
Selfi garuk-garuk kepalanya yang memang gatal. "Gimana ya? Oh iya, Yah. Selfi kan punya celengan. Kita pecahin aja. kalo ke Hong Kong cuma naik odong-odong, pasti cukup. Apalagi naik odong-odongnya Kakek Yan Hendra. Kakek pasti ngasih diskon."
"Sel, Hong Kong itu jauh. Kita nggak mungkin pergi ke sana dengan naik odong-odong." Ayahnya kembali ketawa. Geli.
"Kata Mba Zenith Azzura, Hong Kong dekat katanyanya, Yah. Dilihat di peta, cuma berjarak beberapa centi."
"Jangan percaya sama Mba Zenith. Dia orangnya suka bercanda. Dia kan dulunya anggota Warkop. Sejak diputusin sama Indro, dia keluar dari Warkop. Terus bergabung dengan Sule di OVJ. Tapi sekarang kontraknya dengan Trans TV, kan sudah berakhir."
"Begitu ya, Yah?"
"He-eh."
"Yah, andai emak pulang, enak ya, Yah? Selfi pasti dikasih oleh-oleh." Selfi kembali mengembalikan pembicaraan ke topik semula.
"Selfi, mau oleh-oleh apa?"
"Adik."
"Haah ...?!" Ayahnya tersentak kaget.
"Pasti lucu deh, punya adik blesteran Hong Kong. Matanya sipit, kulitnya putih bersih," ucap Selfi lagi dengan polosnya. Nggak sadar, ayahnya telah pingsan, karena dilanda kaget yang bertegangan tinggi.***
Bumi Kerapan, 090515

Tidak ada komentar:

Posting Komentar