Rabu, 04 Maret 2015
TIGA SALES GOKIL (bag.1)
KEMARIN ada tiga orang sales ke sekolah. Dua cowok satu cewek. Tanpa diminta, mereka langsung memperkenalkan diri. "Nama saya Yudha S. Riadi, mantan pacarnya Rinjani Syafriadi," ucap salah seorang yang kalau aku perhatikan dengan tidak cermat wajah dan bodynya mirip pemeran Arjuna di ketoprak Rumman Ahmar cs yang dulu pernah ngetop sebelum Orrde Baru modar.
Habis itu, salah seorang lagi tampil memperkenalkan dia. Doi berambut godrong ala personil Soneta Grup pimpinan Pak Haji Omairama. "Kenalkan nama saya Khusni Yakob," ucapnya dengan suara dibulat-bulatin, neru suara Pak Haji Omairama. Dan begitu selesai memperkenalkan diri, doi menutup dengan sebuah lagu yang berjudul Tabir Kepalsuan.
Suaranya memang bagus sih. Tidak kalah dengan penyanyi aslinya. Apalagi goyangannya. Perpaduan antara Om Arofiq dan Pak Haji. Semua yang hadir di ruangan guru, kecuali aku, bergoyang semua. Menirukan gerakan si pengagum Pak Haji Omairama itu.
Sementara aku, yang nggak ikutan goyang, karena aku lebih memilih ngecengin satu-satunya cewek yang ikut jadi sales itu. Siapa namanya ya? Wajahnya cantik banget. Berjilbab lagi. Kalau aku perhatikan dari samping kiri, wajahnya mirip seperti Evi Tamala. Beneran. Bagai kedongdong dibelah dua.
Aku kemudian pindah ke sebelah kanan. Apa masih mirip Evi Tamala apa tidak. Eh, ternyata sudah berubah. Sekarang miirip Dewi Persik. Bibirnya, hidungnya, jidatnya, sama persis. Bagai buah durian dibelah dua.
Aku makin penasaran. Lalu aku geser ke belakangnya. Auw, ternyata beda lagi. Seperti Inul Darah Tinggi. Itu kalau dilihat dari goyangannya sih, yang ngebor banget.
Suasana kemudian hening begitu lagu Tabir Kepalsuan sudah selesai dinyanyiin. Masing-Masing kembali ketempat duduknya. Termasuk Ibu Sastra Dewita, sang Kepala Sekolah. Bu Puspa Andini, yang menjabat sebagai Waksek, kulihat membuka kaos kakinya. Ngepel keringatnya yang membajir di wajah keibuannya.
Setelah semuanya pada duduk, cewek yang dari detik awal aku kecengin itu, tiba-tiba naik ke atas meja. Kupikir mau nyanyi juga. Atau membaca puisi, seperti yang biasa Bu Sastra Dewita lakukan bila sedang jam-jam istirahat kayak gini. "Kenalkan Nama saya Hay Juwita," ucapnya memecah heninng. Suaranya cempreng, namun mendayu-dayu mirip suara penyiar radio.
Tiba-tiba suasana jadi ramai dengan tepuk tangan dan sorak-sorai. Terlebih ketika cewek yang telah kutahu bernama Hany Juwita itu melakukan aksi jumpalitan di udara. Berpindah dari meja satu ke meja yang lainnya. Terakhir nangkring di atas lemari Bu Sastra Dewita.
Setelah Hany Juwita kembali ke tempat duduknya, mulailah ia dan kedua temannya mempromosikan dagangannya yang berupa papan nama dan aneka macam tulisan dan kaliqrafi.
"Semuanya boleh Ibu beli kecuali tulisan ini," ucapku pada Bu Sastra Dewita begitu memutuskan untuk memborong semua dagangan sales itu.
"Kenapa Pak Dudunk?" Mata rembulan Bu Sastra Menatap lekat padaku.
"Bu, tulisan ini berbunyi, 'di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat'. Lha, itu kan nggak sepenuhnya benar, Bu?"
btbt, 030315
#Bersambung dulu ya? Dudunk mo ke Ondangan ne!
SALAM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar