Dropdown

Jumat, 10 Juli 2015

MISTERI KEMATIAN

SUDAH beberapa minggu bibiku sakit. Maklumlah usianya sudah lanjud. Nurdin, anaknya, dengan telaten merawatnya. Meskipun anak laki-laki, ia tidak pernah merasa malas apalagi malu. Ia benar-benar anak yang berbakti.
Dalam sehari-harinya, pekerjaan Nurdin adalah membuat minyak dari biji nyamplung. Aku sendiri tidak tahu, untuk apa minyak itu. Namun yang jelas ada pengepul yang mengulaknya.
Kehidupan Nurdin dan ibunya sangat sederhana. Bahkan bisa dikatakan serba kekurangan. Apalagi sejak ibunya sakit.
Beberapa hari ini, ibu Nurdin sakit keras. Nurdin tidak bisa bekerja karena menunggui ibunya. Famili dan tetangganya pun silih berganti berdatangan. Cuma saja tidak sampai bermalam. Jadi, bila malam sudah beranjak larut, dan semua orang yang menjenguk sudah pulang, Nurdin sendirian menjaga ibunya.
Suatu pagi, tiba-tiba dikejutkan oleh berita tentang Nurdin yang meninggal dunia. Semua orang, termasuk aku, mulanya tidak percaya. Sebab yang sakit bukan Nurdin, tapi ibunya. Setahuku, NUrdin sehat-sehat saja.
Menurut tetangga yang memberitakan, Nudir disangkanya tidur saja di dekat ibunya. Setelah dibangunkan tidak bangun-bangun, tahulah bahwa Nurdin sudah tidak benapas. Ia meninggal di sebelah ibunya yang sedang sakit keras. Sementara ibunya seiring waktu yang berputar, sehat kembali.***
Bumi Kerapan, 100715
(berdasarkan kisah nyata, hanya nama tokohnya fiktif)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar