Oleh : Sastra Dewita
Malam telah meminang pagi
Lahirkan batari di ujung Fajar
Pada ujung lalang yang semalam tancapkan bulan
Kulihat bening embun dalam lelehan
Aku sudahlah lintuh dalam keheningan
Saat pendar cahaya itu datang
Menancapkan bunga pijar pada tampuknya
Lahirkan batari di ujung Fajar
Pada ujung lalang yang semalam tancapkan bulan
Kulihat bening embun dalam lelehan
Aku sudahlah lintuh dalam keheningan
Saat pendar cahaya itu datang
Menancapkan bunga pijar pada tampuknya
Lalu puisi-puisi pun terlahir darinya
Merekah bak kelopak perawan
Suci dalam basuhan darah yang terdedah
Merona jingga selayak kidung senja
Semua terpancar indah seindah birumu
Inang dari setiap puisi-puisiku
Merekah bak kelopak perawan
Suci dalam basuhan darah yang terdedah
Merona jingga selayak kidung senja
Semua terpancar indah seindah birumu
Inang dari setiap puisi-puisiku
Kini biarlah kujulang hati sebagai labuhan
Saat puisi sudahlah menjadikanmu sebagai manggala hati
Kan kurengkuh segala cahaya akanmu
Menjadikannya sebagai tiara palung kalbu
Dengan namamu yang terukir indah pada merahnya yang merekah.
Saat puisi sudahlah menjadikanmu sebagai manggala hati
Kan kurengkuh segala cahaya akanmu
Menjadikannya sebagai tiara palung kalbu
Dengan namamu yang terukir indah pada merahnya yang merekah.
Bumi Andalas,
NK.22.6.2015
NK.22.6.2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar