Oleh : Sastra Dewita
Tidurlah nak ... tidurlah
Biar kuninabobokan kau dengan tadah jemari kumuhku
Biar kudendangkan tubuh mungilmu dengan nafas sengauku
Biar kuayun kau dari ujung selokan itu
Tidurlah nak ... tidurlah
Biar kuninabobokan kau dengan tadah jemari kumuhku
Biar kudendangkan tubuh mungilmu dengan nafas sengauku
Biar kuayun kau dari ujung selokan itu
Tidurlah nak ... tidurlah
Bermimpilah tentang sepotong roti
Bermimpilah tentang boneka berkepang dua
Bermimpilah tentang daster mungil berenda pada lengannya
Bermimpilah tentang sepasang sendal jepit berwarna biru
Bermimpilah tentang pita saten yang pernah kita intip dari toko seberang jalan sana
Tidurlah nak ... tidurlah
Bermimpilah tentang boneka berkepang dua
Bermimpilah tentang daster mungil berenda pada lengannya
Bermimpilah tentang sepasang sendal jepit berwarna biru
Bermimpilah tentang pita saten yang pernah kita intip dari toko seberang jalan sana
Tidurlah nak ... tidurlah
Biar kuselimuti kau dengan dinginnya malam
Beralas aspal
Beratap mega
Berlampu bintang
Hanya dekap yang menghangatkan
Tidurlah nak ... tidurlah.
Beralas aspal
Beratap mega
Berlampu bintang
Hanya dekap yang menghangatkan
Tidurlah nak ... tidurlah.
Bumi Andalas, 21/6/2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar