a
TINKERBELL
Mentari baru saja nampak, tapi Emak Musiyem dan Ayah Budy sudah rapi dan wangi. Tercium aromanya seperti bunga kantil di taman depan rumah. Emak Musiyem terlihat cantik sekali, bak seorang Dewi Nawang Wulan dari sebuah kerajaan. Baju batik pink, selendang putih membalut tubuhnya yang langsing dan tinggi semampai. Pokoknya top banget, kaya model yang sudah ‘go internasional’. Ayah Budy pun tak mau ketinggalan. Beliau memakai jas hitam variasi batik, celana panjang hitam dan sepatu fantofel yang mengkilap. Hingga membuat silau saat aku melihatnya. “Awww ….”
“Widihhh …! Mau ke mana, nih?! Kok sudah rapi bener, Mak, Yah?” tanyaku sembari mengelap keringat dengan handuk kecil.


